Pajak BYD M6 DM Mulai Rp 2,3 Juta, Selisihnya Jauh dari Veloz Hybrid

Tagihan pajak tahunan BYD M6 DM keluaran 2026 di Jakarta dimulai dari Rp 2,327 juta. Nominal tertingginya pun masih berada di bawah Rp 3 juta, yakni Rp 2,726 juta.

Angka tersebut membuat beban pajak BYD M6 DM lebih rendah dibandingkan Veloz Hybrid yang terdaftar di Jakarta. Pajak terendah Veloz Hybrid disebut sudah mencapai Rp 4,9 juta, sedangkan varian tertingginya dapat menembus Rp 6 jutaan.

Selisih itu berkaitan erat dengan nilai jual kendaraan yang dipakai sebagai dasar penghitungan pajak. Nilai jual Veloz Hybrid dalam data Permendagri disebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan BYD M6 DM.

Tarif Berlaku untuk Simulasi Kendaraan Pertama

Simulasi ini menggunakan tarif Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 2 persen untuk kendaraan pertama atas nama perusahaan yang terdaftar di Jakarta. Setiap tagihan juga mencakup iuran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ sebesar Rp 143.000.

Dasar pengenaan PKB dalam perhitungan tersebut ditetapkan sebesar 105 persen dari nilai jual kendaraan. Nilai hasil perhitungan itu kemudian dikalikan tarif PKB 2 persen sebelum ditambah SWDKLLJ.

Perbedaan nominal antarkode model tidak menunjukkan adanya perubahan tarif pajak. Nilai jual masing-masing kendaraan menjadi faktor yang membedakan total tagihan tahunannya.

Daftar Pajak 8 Kode BYD M6 DM

Delapan kode BYD M6 DM tercatat memiliki nilai jual dari Rp 104 juta hingga Rp 123 juta. Rinciannya memperlihatkan seluruh varian masih menghasilkan total pajak tahunan di bawah Rp 3 juta dalam simulasi Jakarta.

Kode modelNilai jualPKBPajak tahunan
MEH-FWD-10A6 (4×2) A/TRp 123 jutaRp 2,583 jutaRp 2,726 juta
MEH-FWD-10A7 (4×2) A/TRp 122 jutaRp 2,562 jutaRp 2,705 juta
MEH-FWD-10T (4×2) A/TRp 104 jutaRp 2,184 jutaRp 2,327 juta
MEH-FWD-10Y6 (4×2) A/TRp 113 jutaRp 2,373 jutaRp 2,516 juta
MEH-FWD-10Y7 (4×2) A/TRp 112 jutaRp 2,352 jutaRp 2,495 juta
MEH-FWD-20T (4×2) A/TRp 105 jutaRp 2,205 jutaRp 2,348 juta
MEH-FWD-20Y6 (4×2) A/TRp 116 jutaRp 2,436 jutaRp 2,579 juta
MEH-FWD-20Y7 (4×2) A/TRp 115 jutaRp 2,415 jutaRp 2,558 juta

Varian MEH-FWD-10T menjadi kode dengan total pajak paling rendah, sejalan dengan nilai jualnya yang mencapai Rp 104 juta. Di sisi lain, MEH-FWD-10A6 mencatatkan tagihan tertinggi karena nilai jualnya berada di level Rp 123 juta.

Data Samsat Jakarta untuk MEH-FWD-20Y7 mencantumkan nilai jual Rp 115 juta dan PKB pokok Rp 2,415 juta. Setelah SWDKLLJ ditambahkan, total pajak tahunan untuk kode tersebut menjadi Rp 2,558 juta.

Dasar Nilai Jual Tercantum dalam Permendagri

Seluruh kode kendaraan berawalan MEH itu tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026. Aturan tersebut memuat dasar pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, serta pajak alat berat.

Rentang nilai jual yang berada di bawah Rp 130 juta menjadi alasan utama pajak tahunan mobil ini tetap rendah dalam simulasi. Posisi ini menonjol untuk sebuah MPV berteknologi PHEV ketika dibandingkan dengan Veloz Hybrid.

Namun, nominal pajak tersebut tidak dapat langsung diterapkan untuk seluruh daerah di Indonesia. Setiap provinsi dapat menetapkan tarif PKB yang berbeda dan sejumlah wilayah juga menerapkan opsen, berbeda dengan simulasi Jakarta ini.

Pemilik kendaraan karena itu perlu memperhatikan wilayah registrasi serta status kepemilikan saat memperkirakan tagihan tahunan. Perbedaan tarif daerah dan komponen pungutan dapat mengubah jumlah akhir yang harus dibayarkan.

Baca Juga