Selisih harga menjadi pemisah paling tegas antara Honda CBF150T dan Yamaha GT150 Fazer di pasar China. CBF150T dibanderol 7.980 hingga 9.180 yuan, sedangkan GT150 Fazer dipasarkan seharga 13.390 yuan.
Biaya masuk Yamaha yang lebih tinggi dibarengi sejumlah keunggulan praktis, terutama rem cakram di kedua roda dan bobot lebih ringan. Namun, Honda menawarkan karakter cruiser dengan jok sangat rendah yang dapat menjadi pertimbangan utama bagi pengendara yang mencari posisi duduk santai.
Perbandingan Data Utama
| Aspek | Honda CBF150T | Yamaha GT150 Fazer |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder, 149,16 cc, pendingin udara | 1 silinder, 149 cc, pendingin udara |
| Tenaga | 11,8 hp pada 7.500 rpm | 12,2 hp pada 7.500 rpm |
| Torsi | 12,5 Nm pada 5.500 rpm | 13,3 Nm pada 6.000 rpm |
| Rem | Cakram depan, tromol belakang | Cakram depan-belakang |
| Bobot | 133–141 kg | 126 kg |
| Tinggi jok | 719 mm | 800 mm |
| Kapasitas tangki | 13,2 liter | 12,5 liter |
| Harga di China | 7.980–9.180 yuan | 13.390 yuan |
Dari sisi performa, perbedaan kedua motor ini sebenarnya tidak terpaut jauh. Keduanya memakai mesin satu silinder berpendingin udara dengan transmisi lima percepatan.
Honda CBF150T menghasilkan tenaga 11,8 hp pada 7.500 rpm dan torsi 12,5 Nm pada 5.500 rpm. Karakter ini sejalan dengan arahan motor sebagai cruiser ringan yang menekankan respons halus serta efisiensi.
Yamaha GT150 Fazer memiliki tenaga 12,2 hp pada 7.500 rpm dengan torsi 13,3 Nm pada 6.000 rpm. Angka tersebut sedikit lebih besar dan mendukung karakter motor yang lebih responsif untuk kebutuhan mobilitas harian.
Keunggulan Praktis Yamaha
GT150 Fazer membawa rem cakram pada roda depan dan belakang, sementara CBF150T masih memadukan cakram depan dengan tromol belakang. Perbedaan ini menjadi salah satu alasan utama harga Yamaha berada di atas model Honda.
Motor Yamaha juga tercatat berbobot 126 kg, lebih ringan daripada CBF150T yang berada pada kisaran 133 hingga 141 kg. Data yang dirangkum Ridertua.com menunjukkan keunggulan bobot tersebut selaras dengan rancangan GT150 Fazer yang mengutamakan kemudahan pengendalian.
Roda berukuran 18 inci dipakai pada depan dan belakang GT150 Fazer, dengan ban depan 90/90 serta belakang 100/80. Panel instrumennya sudah menggunakan layar LCD digital, sementara kapasitas tangkinya mencapai 12,5 liter.
Posisi duduk tegak, setang lebar, serta tinggi jok 800 mm membentuk kesan retro off-road pada GT150 Fazer. Meski demikian, model ini tetap ditujukan untuk jalan raya dan bukan untuk penggunaan di medan off-road berat.
Ground clearance dan karakter sasisnya hanya memberi fleksibilitas lebih saat melintasi permukaan jalan yang kurang baik. Konsep tersebut menempatkan GT150 Fazer lebih dekat ke scrambler atau motor dual-purpose klasik dibanding cruiser.
Honda Mengandalkan Jok Rendah
CBF150T memilih pendekatan berbeda melalui proporsi bodi rendah dan memanjang, tangki bergaya klasik, serta jok panjang. Tinggi jok 719 mm menjadi salah satu pembeda paling nyata terhadap GT150 Fazer yang lebih tegak.
Konfigurasi ini memberi karakter cruiser kompak untuk penggunaan santai di dalam kota maupun perjalanan luar kota. Pengendara yang mengutamakan posisi kaki lebih mudah menjangkau permukaan jalan akan memperoleh keuntungan dari jok yang lebih rendah.
Honda menggunakan roda depan 18 inci dan roda belakang 16 inci, dengan ban depan 80/100 serta ban belakang 110/90. Motor ini juga memakai panel instrumen analog jarum dan memiliki tangki lebih besar, yakni 13,2 liter.
Kedua model telah dibekali sistem injeksi, lampu LED, suspensi depan teleskopik, dan shock ganda di belakang. ABS tersedia pada tipe atau versi tertentu, sehingga kelengkapan varian perlu diperiksa sebelum menentukan pilihan.
Honda CBF150T menawarkan jalur masuk lebih terjangkau bagi pencari motor retro bergaya cruiser dengan ergonomi rendah. Yamaha GT150 Fazer menuntut biaya lebih tinggi, tetapi memberikan bobot lebih ringan, rem cakram depan-belakang, dan karakter yang lebih siap menghadapi kondisi jalan bervariasi.






