6 Masalah yang Membuat Setir Berat saat Putar Balik, Jangan Tunggu Gejala Memburuk

Setir yang terasa sangat berat secara tiba-tiba dapat mengganggu pengendalian mobil ketika parkir maupun putar balik. Kondisi ini semakin perlu diwaspadai apabila lampu indikator kemudi menyala atau bantuan kemudi berkurang mendadak.

Gangguan kelistrikan pada EPS dapat menjadi salah satu pemicu karena sistem ini mengandalkan pasokan listrik untuk menggerakkan motor bantuan kemudi. Aki, alternator, sensor, modul, dan sambungan kelistrikan perlu diperiksa bila gejala muncul tiba-tiba.

Tidak semua setir berat berarti kerusakan besar. Roda yang dibelokkan pada sudut besar ketika mobil benar-benar diam memang membutuhkan tenaga lebih besar dibandingkan saat kendaraan bergerak perlahan.

Pengemudi dapat mengurangi beban kemudi dengan membiarkan mobil bergerak sangat pelan saat manuver. Jika kemudi tetap berat, muncul dengung, decitan, getaran, kebocoran, atau sulit kembali lurus, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan.

Tanda Awal yang Perlu Dicatat

Informasi sederhana dapat memudahkan teknisi mencari sumber masalah tanpa mengganti komponen berdasarkan perkiraan. Catat lampu peringatan di panel instrumen, tekanan ban, bunyi ketika setir diputar, dan adanya cairan di bawah kendaraan.

Pemeriksaan kaki-kaki juga penting apabila mobil cenderung menarik ke satu sisi atau ban aus tidak merata. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan komponen kemudi yang aus maupun perubahan sudut roda.

Bagian yang DiperiksaGejala UtamaPenanganan Awal
BanSetir berat saat mobil diamSesuaikan tekanan dengan anjuran pabrikan
Power steeringCairan berkurang atau bantuan melemahPeriksa kebocoran dan komponen sistem
Belt pompaBunyi berdecit saat setir diputarPeriksa keausan dan kekencangan belt
Kaki-kakiGetaran dan setir sulit kembaliPeriksa komponen kemudi serta suspensi
Wheel alignmentMobil menarik dan ban aus tidak merataPerbaiki kaki-kaki sebelum spooring
EPSSetir sangat berat mendadakPeriksa sistem kelistrikan dan diagnostik

1. Tekanan Ban Terlalu Rendah

Ban kurang angin memiliki area kontak yang lebih besar dengan permukaan jalan. Hambatan saat roda dibelokkan akan meningkat, terutama ketika mobil berhenti atau bergerak sangat lambat.

Tekanan perlu mengikuti rekomendasi pabrikan yang tercantum pada label di area pintu pengemudi atau buku manual. Tekanan maksimum pada dinding ban tidak digunakan sebagai patokan penggunaan harian.

2. Sistem Power Steering Mulai Bermasalah

Power Steering dapat memakai sistem hidrolik, electric power steering, atau elektro-hidrolik. Bantuan kemudi dapat berkurang apabila salah satu bagian pada sistem tersebut mengalami gangguan.

Pada sistem hidrolik, cairan yang rendah dapat mengarah pada kemungkinan kebocoran. Reservoir, selang, pompa, dan bagian bawah kendaraan perlu diperiksa untuk mencari tanda cairan keluar.

3. Belt Pompa Power Steering Aus atau Longgar

Pompa pada sebagian sistem hidrolik digerakkan oleh belt yang terhubung ke mesin. Belt retak, aus, longgar, atau selip dapat membuat tekanan pompa tidak optimal.

Decitan saat setir diputar pada putaran mesin rendah menjadi tanda yang perlu diperhatikan. Belt tidak sebaiknya dibiarkan sampai putus karena pada beberapa kendaraan komponen ini juga menggerakkan bagian penting lain.

4. Komponen Kaki-Kaki dan Kemudi Seret

Tie rod end, ball joint, steering rack, bearing, bushing, dan bagian suspensi dapat memengaruhi ringan atau beratnya kemudi. Komponen yang rusak, aus, atau seret dapat membuat roda depan sulit diarahkan.

Gejala yang menyertai antara lain bunyi ketika berbelok, getaran, dan setir yang sulit kembali ke posisi normal. Posisi kemudi juga dapat tidak lurus saat kendaraan melaju lurus.

5. Spooring atau Wheel Alignment Tidak Sesuai

Perubahan sudut roda dapat terjadi setelah roda menghantam lubang, naik trotoar, atau menerima benturan. Akibatnya, mobil dapat menarik ke satu sisi dan ban mengalami keausan yang tidak merata.

Spooring perlu dilakukan setelah kondisi kaki-kaki dipastikan baik. Komponen yang longgar atau rusak harus ditangani lebih dahulu agar wheel alignment tidak menjadi tindakan yang sia-sia.

6. Gangguan Kelistrikan pada EPS

Sistem EPS memerlukan suplai listrik yang cukup agar motor listrik dapat membantu putaran setir. Gangguan pada aki, alternator, sensor, modul EPS, atau koneksi dapat menghentikan bantuan tersebut.

Setir dapat terasa sangat berat ketika bantuan listrik hilang secara mendadak. Alat diagnostik dapat digunakan untuk membantu menemukan sumber gangguan pada sistem kemudi elektrik.

Pada mobil dengan sistem hidrolik, setir tidak dianjurkan bertahan terlalu lama dalam posisi mentok. Posisi itu membuat tekanan sistem berada pada tingkat tinggi dan dapat menambah beban pada komponen.

Baca Juga