Lebih dari 160 ribu rumah dan tempat usaha di Hawaii kehilangan aliran listrik ketika Badai Tropis Lala menerjang kepulauan tersebut pada Minggu (16/8) malam waktu setempat. Pemadaman meluas di tengah banjir bandang yang merusak permukiman, akses jalan, serta sejumlah layanan publik penting.
Dampak badai tidak berhenti pada jaringan listrik. Fasilitas kesehatan, transportasi, aktivitas pemerintahan, sekolah, hingga pelabuhan komersial turut mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur.
Bandara dan Pelabuhan Sempat Ditutup
Pemerintah menutup sekolah negeri, perguruan tinggi, kantor pemerintah, dan pengadilan pada Senin (17/8). Langkah itu diambil setelah sejumlah jalan serta jembatan dilaporkan rusak dan belum aman dilalui.
Dua bandara utama di Big Island, Bandara Internasional Hilo dan Bandara Internasional Ellison Onizuka Kona, juga ditutup sementara. Seluruh pelabuhan komersial menghentikan operasionalnya, sementara puluhan penerbangan Hawaiian Airlines dibatalkan.
Gangguan pada jalur transportasi memperumit upaya menjangkau kawasan yang terdampak paling berat. Sejumlah rute darat tidak dapat segera digunakan karena tertutup material banjir dan kerusakan pada struktur jalan.
Curah Hujan Ekstrem Memicu Arus Deras
Badai Tropis Lala membawa hujan sangat lebat ke beberapa wilayah Hawaii, terutama di Big Island dan Maui. CBS News mencatat curah hujan di sejumlah lokasi Big Island melampaui 28 inci, sedangkan La Poya di Maui menerima hingga 32 inci hujan.
| Dampak | Data | Wilayah atau Keterangan |
|---|---|---|
| Curah hujan | Lebih dari 28 inci | Sejumlah wilayah Big Island |
| Curah hujan | 32 inci | La Poya, Maui |
| Pemadaman listrik | Lebih dari 160 ribu | Rumah dan tempat usaha |
| Evakuasi ke rumah sakit | Lebih dari 200 orang | Ditangani Layanan Medis Darurat Honolulu |
Hujan deras yang disertai angin kencang membuat aliran air meluap dan menyapu bangunan dari pondasinya. Kawasan pesisir Na’alehu serta Wai’ohinu menjadi dua lokasi yang terdampak derasnya arus air dan material banjir.
Pusat Badai Nasional mencatat sistem cuaca tersebut mulai bergerak menjauhi kepulauan ke arah barat dengan kecepatan angin 60 mph. Meski pusat badai bergeser, hujan tambahan masih dikhawatirkan memicu longsor di wilayah perbukitan yang telah jenuh air.
Operasi Penyelamatan Menghadapi Risiko Tinggi
Otoritas gabungan dari Pertahanan Sipil, Garda Nasional, dan Penjaga Pantai dikerahkan untuk pencarian serta penyelamatan warga. Seorang warga lanjut usia berhasil dievakuasi setelah rumahnya hanyut diterjang banjir bandang di Distrik Kau.
Wali Kota Hawaii Kimo Alameda menyatakan petugas menghadapi medan yang sangat berbahaya. Arus deras, puing-puing, batu besar di jalan, serta kondisi gelap menghambat proses evakuasi di sejumlah titik.
“Yang membuat situasi ini sangat menantang adalah adanya arus air yang deras, puing-puing, dan batu-batu besar di jalan, ditambah lagi kondisi yang gelap,” kata Alameda melalui media sosial. Kondisi tersebut membuat pembukaan kembali jalur darat tidak dapat dilakukan dengan segera.
Layanan Medis Darurat Honolulu membawa lebih dari 200 orang ke rumah sakit akibat dampak badai. Sedikitnya tiga rumah sakit juga harus menjalankan layanan dengan mengandalkan generator cadangan selama gangguan listrik berlangsung.
Korban Meninggal Masih Diselidiki
Gubernur Hawaii Josh Green mengonfirmasi satu orang meninggal dalam kecelakaan mobil di ujung selatan pulau. Namun, pihak berwenang belum menetapkan bahwa korban tersebut meninggal secara langsung akibat terpaan badai.
Green menyatakan pekerjaan pemulihan masih sangat besar setelah kerusakan meluas pada infrastruktur dan layanan publik. Warga diminta tetap berada di dalam rumah hingga kondisi perairan serta jalur darat dinyatakan aman oleh pihak berwenang.






