Pesan Albanese di HUT ke-81 RI, Indonesia Disebut Penentu Stabilitas Australia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan bahwa tidak ada hubungan yang lebih penting bagi negaranya selain hubungan dengan Indonesia. Dalam ucapan HUT ke-81 RI di Gedung Parlemen Australia, Canberra, ia menempatkan Indonesia sebagai salah satu penyangga utama keamanan, perdamaian, dan stabilitas kawasan.

Albanese menilai keamanan Australia tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan regional. Karena itu, Indonesia yang bersatu, stabil, dan berdaulat dipandang memiliki arti langsung bagi kepentingan keamanan Australia.

“Sebagaimana dulu maupun sekarang, perdamaian, keamanan, dan stabilitas Australia bergantung pada keamanan kawasan kita, dan pada saatnya, bergantung pada Indonesia yang bersatu, stabil, dan berdaulat,” ujar Albanese. Pernyataan tersebut menyoroti posisi strategis Indonesia dalam arah hubungan kedua negara.

Komitmen Diperkuat melalui Traktat Jakarta

Penegasan itu hadir setelah Albanese dan Presiden Prabowo Subianto menandatangani Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia atau Traktat Jakarta 2026 pada awal tahun ini. Kesepakatan tersebut disebut memperkuat komitmen kedua negara untuk bertindak bersama dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

Menurut Albanese, kerja sama menjadi cara terbaik untuk merawat keamanan regional. “Perjanjian tersebut menegaskan bahwa cara terbaik untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan kita adalah dengan bertindak bersama,” katanya.

Traktat Jakarta juga kembali menegaskan komitmen yang telah tercantum dalam Perjanjian Lombok 2006. Salah satu penekanannya ialah penghormatan Australia terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Indonesia.

Dukungan terhadap arah hubungan tersebut disebut Albanese bersifat bipartisan di parlemen Australia. Artinya, pentingnya kemitraan dengan Indonesia mendapat sokongan lintas politik, tidak terbatas pada satu pemerintahan.

PeristiwaWaktuMakna
Kunjungan bilateral pertama Albanese ke Indonesia2022Menunjukkan Indonesia sebagai prioritas hubungan luar negeri Australia
Kunjungan bilateral pertama setelah kembali terpilih2025Indonesia kembali menjadi tujuan utama
Penandatanganan Traktat JakartaAwal 2026Mempertegas kerja sama menjaga perdamaian kawasan

Indonesia Berulang Kali Menjadi Tujuan Pertama

Prioritas Canberra terhadap Jakarta juga terlihat dari agenda luar negeri Albanese. Indonesia menjadi tujuan kunjungan bilateral pertamanya setelah terpilih sebagai perdana menteri pada 2022.

Setelah kembali terpilih pada 2025, Albanese kembali menjadikan Indonesia sebagai tujuan kunjungan pertama. Pilihan itu memperlihatkan kesinambungan perhatian pemerintah Australia terhadap hubungan bilateral kedua negara.

Bagi Albanese, kedekatan Indonesia dan Australia tidak hanya dibangun melalui kepentingan keamanan masa kini. Hubungan tersebut juga berdiri di atas sejarah panjang sejak perjuangan kemerdekaan Indonesia, yang ia sebut sebagai salah satu titik balik paling bersejarah pada Abad ke-20.

Australia, menurut Albanese, termasuk negara yang lebih awal mengakui Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat. Latar sejarah itu kemudian menjadi dasar bagi penguatan kerja sama di bidang perdamaian, keamanan, dan penghormatan kedaulatan.

Belasungkawa bagi Korban Gempa NTT

Dalam kesempatan yang sama, Albanese turut menyampaikan belasungkawa atas gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus. Bencana itu menewaskan sedikitnya 53 orang dan menyebabkan lebih banyak warga mengalami luka-luka.

Atas nama pemerintah dan rakyat Australia, ia menyampaikan simpati kepada seluruh pihak yang terdampak. Albanese mengatakan Australia berdiri bersama pemerintah dan rakyat Indonesia pada masa duka serta kesulitan yang dihadapi para korban.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Australia tidak semata berpusat pada agenda strategis antarnegara. Di tengah peringatan kemerdekaan Indonesia, Albanese menekankan keterkaitan antara keamanan kawasan, penghormatan kedaulatan, dan solidaritas kemanusiaan.

Baca Juga