Iran Tak Cemas pada Pakta Saudi-Turkiye-Pakistan, Padahal Serangan Dianggap Kolektif

Iran menyatakan tidak memiliki alasan untuk cemas terhadap pakta pertahanan yang baru ditandatangani Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan. Sikap Teheran itu mencuri perhatian karena kesepakatan tersebut menetapkan serangan terhadap satu anggota sebagai serangan terhadap seluruh anggota.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menilai perjanjian itu tidak diarahkan sebagai ancaman langsung bagi negaranya. Ia justru memandang pakta tersebut sebagai tanda berubahnya cara negara-negara kawasan melihat peran Amerika Serikat dalam urusan keamanan.

Komitmen Pertahanan Kolektif

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan tiga negara peserta sepakat membangun daya tangkal bersama melalui Mecca Joint Defence Agreement. Inti pengaturannya adalah komitmen bahwa serangan kepada satu anggota akan diperlakukan sebagai serangan kepada semua anggota.

Kesepakatan itu juga mencakup upaya memperkuat keamanan bersama serta mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan maupun di luar kawasan. Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan turut menyatakan komitmen untuk berpartisipasi dalam penyelesaian konflik antara Iran dan AS.

NegaraPerwakilan PenandatanganKomitmen Utama
Arab SaudiMohammed bin SalmanMemperkuat keamanan dan daya tangkal kolektif
TurkiyeRecep Tayyip ErdoganMemperkuat keamanan dan daya tangkal kolektif
PakistanShehbaz SharifMemperkuat keamanan dan daya tangkal kolektif

Pakta pertahanan Saudi-Turkiye-Pakistan ditandatangani di Mekkah oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Foto yang dirilis Kantor Perdana Menteri Pakistan memperlihatkan ketiga pemimpin tersebut setelah penandatanganan.

Trump Menyambut Perjanjian

Presiden AS Donald Trump menyambut penandatanganan perjanjian itu melalui Truth Social pada Jumat, 7 Agustus 2026. Trump menyebut langkah tersebut besar, berani, dan penting bagi kemampuan kawasan untuk menjaga pertahanannya secara lebih efektif.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut menunjukkan negara-negara Timur Tengah makin bersatu dalam isu keamanan. Ia juga menilai kemampuan mereka menjaga stabilitas tanpa bergantung sepenuhnya pada kekuatan luar menjadi lebih kuat.

Pembentukan pakta berlangsung ketika perang antara AS dan Iran disebut telah berjalan lima bulan. Ketidakstabilan tersebut juga dikaitkan dengan serangan dari kelompok Houthi yang didukung Iran.

Teheran Menyoroti Peran Washington

Baghaei mengatakan negara-negara di kawasan semakin memahami bahwa keamanan tidak dapat diperlakukan sebagai komoditas. Pernyataannya dikutip The Times of Israel sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

“Negara-negara di kawasan telah menyadari bahwa keamanan bukanlah komoditas yang dapat dibeli dari perantara palsu,” kata Baghaei, merujuk kepada AS. Ia menilai negara-negara kawasan tidak lagi bisa mengandalkan klaim jaminan keamanan Washington seperti pada masa lalu.

Iran juga menekankan adanya ikatan keagamaan, sejarah, dan peradaban yang mendalam dengan Arab Saudi, Turkiye, serta Pakistan. Atas dasar itu, Baghaei menyatakan Teheran tidak melihat perjanjian tersebut sebagai pengaturan yang ditujukan kepada Iran.

Peluang Perluasan Keanggotaan

Presiden Erdogan menyampaikan bahwa kerja sama keamanan itu masih dapat diperluas pada masa mendatang. Ia menyebut Mesir sebagai negara yang berpotensi bergabung dalam pengaturan tersebut.

“Perjanjian ini telah mengirimkan pesan penting kepada dunia,” ujar Erdogan mengenai Mecca Joint Defence Agreement. Pernyataan itu menandakan ambisi pakta untuk melampaui koordinasi pertahanan semata di antara tiga penandatangan awal.

Sejumlah analis menilai pakta baru ini dapat menjadi instrumen untuk membatasi pengaruh Iran yang menguat di kawasan. Di sisi lain, kesepakatan tersebut dipandang berpotensi mengurangi ketergantungan negara-negara Timur Tengah terhadap Washington.

Arah pakta ini selanjutnya akan dipengaruhi oleh kemungkinan masuknya anggota baru dan pelaksanaan komitmen pertahanan kolektifnya. Perannya dalam konflik AS-Iran juga akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan pengaruhnya di kawasan.

Baca Juga