Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur telah menewaskan 53 orang di enam wilayah. Di tengah penanganan korban, Iran menyatakan kesiapan memberikan bantuan kemanusiaan dan medis kepada Indonesia.
Jumlah korban yang masih membutuhkan perawatan juga cukup besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB mencatat 105 warga menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Kebutuhan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian dalam situasi pascagempa ini. Pernyataan kesiapan bantuan dari Iran menyoroti pentingnya dukungan medis bagi warga yang terdampak dan terluka.
Korban Tersebar di Enam Wilayah
Korban meninggal tercatat tersebar di Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Nagekeo, Sikka, dan Ende. Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas tertinggi, disusul Manggarai Timur.
| Wilayah | Korban Meninggal |
|---|---|
| Manggarai Barat | 1 orang |
| Manggarai Timur | 20 orang |
| Manggarai | 25 orang |
| Nagekeo | 1 orang |
| Sikka | 4 orang |
| Ende | 2 orang |
Data BNPB menunjukkan Manggarai mencatat 25 korban meninggal. Manggarai Timur berada di urutan berikutnya dengan 20 korban meninggal.
Sikka melaporkan empat warga meninggal akibat gempa tersebut. Sementara itu, Ende mencatat dua korban, sedangkan Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing melaporkan satu korban.
Rincian korban itu memperlihatkan dampak gempa menjangkau sejumlah kabupaten di NTT. Penanganan terhadap warga yang dirawat masih berlangsung di fasilitas kesehatan terdekat.
Pesan Duka untuk Indonesia
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Prabowo Subianto atas bencana tersebut. Pesan itu disampaikan pada Minggu (16/8), sehari setelah gempa mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).
Dalam pesannya, Pezeshkian menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Perhatian khusus ditujukan kepada keluarga korban serta masyarakat yang terdampak gempa.
“Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, terutama kepada keluarga yang berduka dan masyarakat yang terdampak,” kata Pezeshkian seperti dilaporkan kantor berita IRNA.
Ia berharap kondisi di wilayah terdampak dapat segera pulih. Pezeshkian juga menyampaikan doa bagi korban meninggal, warga yang terluka, dan para penyintas gempa.
Kesiapan Bantuan Kemanusiaan dan Medis
Iran menegaskan kesiapan untuk membantu Indonesia dalam situasi sulit setelah gempa. Dukungan yang disebutkan mencakup bantuan kemanusiaan dan bantuan medis.
“Dalam situasi sulit ini, kami siap memberikan bantuan kemanusiaan dan medis,” ujar Pezeshkian. Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan harapan agar warga yang terluka segera pulih.
Pezeshkian juga memohon agar para penyintas diberi kesabaran dan ketabahan. Pemerintah Iran menyatakan harapan agar pemulihan di daerah terdampak dapat berlangsung secepatnya.
Jumlah korban meninggal dan warga yang masih dirawat menunjukkan penanganan dampak gempa NTT masih menjadi perhatian utama. Kesiapan bantuan dari Iran menambah dukungan internasional yang disampaikan bagi Indonesia dalam masa bencana ini.






