Indonesia mengirimkan informasi peringatan dini tsunami kepada 28 negara di kawasan Samudra Hindia melalui InaTEWS. Sistem yang dioperasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika itu dapat mengeluarkan peringatan dini tsunami dalam waktu kurang dari tiga menit.
Jangkauan internasional teknologi Indonesia juga hadir dalam transaksi sehari-hari melalui QRIS Antarnegara. Konektivitas sistem pembayaran berbasis kode QR tersebut telah mencakup enam negara mitra.
Penggunaan teknologi buatan Indonesia di luar negeri tidak terbatas pada mitigasi bencana dan pembayaran digital. Sosrobahu dipakai dalam proyek jalan layang di sejumlah negara, sedangkan CN235 beroperasi dalam berbagai konfigurasi di Asia, Timur Tengah, dan Afrika.
| Teknologi | Fungsi Utama | Jangkauan |
|---|---|---|
| Sosrobahu | Konstruksi jalan layang | Lima negara termasuk Indonesia |
| CN235 | Transportasi dan patroli maritim | Sejumlah negara di tiga kawasan |
| InaTEWS | Peringatan dini tsunami | Informasi untuk 28 negara |
| QRIS | Pembayaran berbasis kode QR | Enam negara mitra |
Empat teknologi ini menggambarkan ragam kebutuhan yang dapat dilayani oleh inovasi dari Indonesia. Ada yang bekerja di tengah lalu lintas perkotaan, ada pula yang mendukung keselamatan kawasan pesisir dan kemudahan transaksi wisatawan.
1. Sosrobahu
Sosrobahu adalah teknologi konstruksi yang dikenal pula sebagai Landasan Putar Bebas Hambatan atau LPBH. Teknologi ini ditemukan oleh insinyur Indonesia Tjokorda Raka Sukawati.
LPBH memungkinkan kepala tiang atau pier head jalan layang dibangun tanpa terlalu menghambat arus lalu lintas di bawahnya. Kemampuan tersebut membuatnya sesuai untuk proyek konstruksi di wilayah perkotaan yang padat kendaraan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat penggunaan Sosrobahu telah meluas ke Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Filipina, teknologi ini digunakan dalam pembangunan salah satu jalan layang panjang di negara tersebut.
2. Pesawat CN235
CN235 dikembangkan sebagai pesawat multiguna untuk kebutuhan transportasi militer hingga patroli maritim. Pesawat ini merupakan hasil pengembangan bersama IPTN, yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia, dan perusahaan Spanyol CASA.
IPTN dan CASA membentuk perusahaan patungan Aircraft Technology atau Airtech pada 17 Oktober 1979. Perusahaan itu dibentuk untuk merancang CN235, sebelum pengembangan bersama dimulai pada 1980.
Pada 1983, dua prototipe pesawat tersebut menjalani penerbangan perdana. Prototipe CASA bernama Elena terbang pada 11 November, sedangkan Tetuko milik IPTN terbang pada Desember tahun yang sama.
Produksi serial CN235 dimulai pada 1986. IPTN atau PTDI kemudian mengembangkan varian 110 dan 220, sementara CASA mengembangkan versi 200 dan 300.
PTDI kini menjadi satu-satunya perusahaan yang memproduksi CN235. Menurut catatan PTDI, CN235-220 telah beroperasi di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Burkina Faso, Pakistan, Senegal, dan Nepal.
3. InaTEWS
InaTEWS atau Indonesia Tsunami Early Warning System menjadi bagian dari upaya mitigasi tsunami Indonesia. BMKG mengoperasikan sistem tersebut untuk memantau dan menyampaikan informasi awal terkait ancaman tsunami.
BMKG juga menjalankan peran sebagai penyedia layanan tsunami untuk kawasan Samudra Hindia bersama Australia dan India. Dalam kerja sama regional itu, BMKG menyediakan informasi peringatan dini bagi 28 negara.
Sistem InaTEWS dapat merilis parameter gempa dalam sekitar 30 hingga 60 detik, menurut BMKG. Peringatan dini tsunami dapat disampaikan dalam waktu kurang dari tiga menit untuk menjadi rujukan awal di kawasan.
4. QRIS
QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard dikembangkan Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran. Standar ini dirancang untuk memudahkan penggunaan kode QR dalam transaksi di Indonesia.
Skema QRIS Antarnegara memperluas penggunaan sistem tersebut bagi pelancong dari dan menuju negara mitra. Wisatawan Indonesia dapat memakai aplikasi pembayaran domestik di negara yang terhubung, sementara wisatawan mitra dapat bertransaksi di Indonesia memakai sistem mereka.
Bank Indonesia mencatat enam negara yang telah terhubung dalam QRIS Antarnegara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Interoperabilitas QR dalam skema ini memungkinkan transaksi lintas negara tanpa pengguna harus bergantung pada satu jaringan pembayaran yang sama.






