Manchester City menerima peringatan keras menjelang dimulainya Premier League setelah kalah 0-3 dari Arsenal di Community Shield 2026. Hasil di Principality Stadium, Minggu (16/7/2026) malam WIB, memperlihatkan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi Enzo Maresca.
Arsenal menang bukan hanya melalui keunggulan skor, melainkan juga ketajaman saat memanfaatkan momentum serangan. Manchester City memang lebih banyak menguasai bola, tetapi dominasi itu tidak cukup untuk mencegah lawan mencetak tiga gol.
Enzo Maresca tidak ingin bereaksi berlebihan terhadap kekalahan tersebut. Menurut laporan Detik Sport, manajer pengganti Pep Guardiola itu memilih menjadikan laga ini sebagai bahan evaluasi awal bagi timnya.
“Lalu dari Minggu berikutnya kami memulai Premier League dan fokusnya harus ke sana. Kami punya banyak pekerjaan rumah,” kata Enzo Maresca.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perhatian City kini beralih ke persiapan kompetisi liga. Pembenahan tidak hanya diarahkan sebagai respons atas kekalahan dari Arsenal, tetapi juga untuk menghadapi tuntutan musim baru.
Arsenal Efektif di Momen Penentu
Arsenal membuka keunggulan pada awal pertandingan melalui Riccardo Calafiori. Gol tersebut memberi tekanan cepat kepada City, yang kemudian berusaha membangun respons melalui penguasaan bola dan peluang yang diciptakan.
Kai Havertz menggandakan keunggulan Arsenal pada menit ke-28. Saat City mencoba menyamakan kedudukan, mereka justru kembali kebobolan dan kehilangan pijakan dalam pertandingan.
| Pencetak Gol | Tim | Waktu Gol |
|---|---|---|
| Riccardo Calafiori | Arsenal | Awal laga |
| Kai Havertz | Arsenal | Menit ke-28 |
| Martin Odegaard | Arsenal | Menit ke-48 |
Martin Odegaard memastikan kemenangan Arsenal lewat gol pada menit ke-48. Gol ketiga itu menutup peluang City untuk kembali mengejar ketertinggalan sekaligus menegaskan perbedaan efektivitas kedua tim.
Maresca menilai City sebenarnya sempat bereaksi cukup baik setelah gol pertama. Ia menyebut timnya menciptakan tiga atau empat peluang untuk menyamakan skor, tetapi kesalahan kembali terjadi sebelum Arsenal mencetak gol kedua.
“Setelah gol pertama itu saya cukup senang karena kami tak terancam apapun lagi, dan kami menciptakan tiga atau empat pelkuang untuk menyeimbangkan laga. Tapi sayangnya kami kebobolan gol kedua dan ada kesalahan di sana, tapi ya ini baru awal musim,” ujar Enzo Maresca.
Penguasaan Bola Belum Menjadi Jawaban
Kekalahan ini menunjukkan persoalan City tidak semata-mata berada pada kemampuan menguasai pertandingan. Ketika Arsenal mampu menyerang dengan efektif, City gagal menjaga pertahanan pada momen penting.
Jajaran pelatih City akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekurangan yang muncul di Community Shield. Proses itu akan berjalan beriringan dengan awal musim, ketika Premier League segera dimulai pada pekan berikutnya.
Maresca menekankan bahwa kebutuhan memperbaiki permainan tetap ada, termasuk ketika tim meraih hasil positif. Baginya, fase awal musim menjadi waktu penting untuk membenahi detail agar City tampil lebih siap di Premier League.
“Musim baru dimulai jadi ada banyak hal yang harus kami lakukan dengan lebih baik. Tapi bahkan saat kami menang pun ada berbagai hal yang kami perlu lakukan dengan lebih sip,” ujar Enzo Maresca.






