Bank Mandiri mengirimkan tenda, matras, selimut, serta bahan pangan untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Bantuan dalam program Mandiri Peduli Gempa NTT itu disalurkan ke enam wilayah guna menopang kebutuhan warga di pengungsian.
Logistik yang disiapkan mencakup beras, minyak goreng, mi instan, air mineral, dan gula. Kebutuhan dasar tersebut menjadi bagian dari respons darurat saat sejumlah warga harus meninggalkan tempat tinggalnya.
Gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan pusat gempa berada di perairan utara Kabupaten Nagekeo. Dampaknya tidak hanya merusak sejumlah bangunan, tetapi juga mengganggu jaringan telekomunikasi dan listrik di wilayah terdampak.
Gangguan terhadap fasilitas vital memperberat situasi masyarakat yang mengungsi. Karena itu, penyaluran bantuan diarahkan untuk menjangkau kebutuhan paling mendesak selama masa tanggap darurat.
Enam Wilayah Menjadi Sasaran Penyaluran
Bank Mandiri menempatkan enam daerah di NTT sebagai titik penyaluran logistik. Wilayah tersebut tersebar di beberapa kabupaten yang masuk dalam cakupan bantuan perusahaan.
| Kabupaten | Wilayah Penyaluran |
|---|---|
| Manggarai Barat | Labuan Bajo |
| Sikka | Maumere |
| Manggarai | Ruteng |
| Ende | Ende |
| Ngada | Bajawa |
| Flores Timur | Larantuka |
Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan langkah pengamanan operasional perbankan di area terdampak. Bank Mandiri terus memantau keselamatan pegawai serta kesiapan kantor cabang agar layanan nasabah tetap berjalan dalam masa pemulihan.
Langkah tersebut penting ketika kondisi lapangan dipengaruhi gangguan listrik dan telekomunikasi. Perusahaan berupaya menjaga kesinambungan layanan sambil memusatkan perhatian pada kebutuhan kemanusiaan warga.
Koordinasi dengan BPBD dan Relawan
Regional CEO Region XI Bank Mandiri Alexander Jonathan Patty menyatakan penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah. BPBD menjadi salah satu pihak yang dilibatkan untuk mempercepat distribusi bantuan secara aman.
“Kami turut berduka dan prihatin atas apa yang dialami masyarakat,” ujar Alexander. Ia menyatakan koordinasi dan sinergi dengan BPBD terus diperkuat agar bantuan dapat tersalurkan cepat dan aman.
Selain mengirimkan bantuan fisik, Bank Mandiri juga menurunkan relawan ke posko pengungsian. Relawan membantu pengelolaan posko sekaligus mendukung penyediaan logistik bagi petugas tanggap darurat.
Pelibatan relawan membuat respons tidak hanya berfokus pada pengiriman barang. Dukungan di posko dibutuhkan ketika kebutuhan warga dan petugas terus berkembang selama kondisi darurat berlangsung.
Sinergi Pemulihan Fasilitas Vital
Menurut informasi yang dilansir Detik Finance, aksi kemanusiaan ini terintegrasi dalam sinergi antar-BUMN di bawah Danantara. Koordinasi tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pemulihan fasilitas vital dan mempercepat distribusi logistik di lapangan.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Bank Mandiri dirancang sebagai respons berkelanjutan bagi wilayah rawan bencana. Pendampingan difokuskan pada kebutuhan masyarakat sampai kondisi di lapangan berangsur pulih.
Alexander menyatakan Bank Mandiri akan terus mendampingi masyarakat terdampak selama proses pemulihan. “Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, dan kami akan terus mendampingi hingga kondisi berangsur pulih,” kata Alexander.






