Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI diperdagangkan pada valuasi di bawah satu kali nilai buku ketika investor asing mencatatkan akumulasi pembelian bersih Rp130,06 miliar. Pada saat yang sama, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.000 per saham.
Harga penutupan BBNI pada Jumat, 14 Agustus 2026, berada di Rp3.630 per saham setelah naik 0,55 persen dalam sehari. Posisi harga tersebut masih berada di bawah target yang dipasang Mandiri Sekuritas dalam publikasi Investor Digest pada tanggal yang sama.
Target Rp4.000 di Tengah Valuasi Rendah
Rasio price to book value atau PBV BBNI tercatat sebesar 0,83 kali. Rasio ini menunjukkan harga pasar saham berada di bawah nilai buku yang tercermin dalam perhitungan PBV tersebut.
Selain PBV, price earning ratio atau PER BBNI yang disetahunkan berada pada 6,29 kali. Kedua rasio tersebut menjadi bagian dari konteks penilaian pasar terhadap saham bank BUMN ini ketika harga saham mulai menguat.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan 14 Agustus 2026 | Rp3.630 per saham |
| Target harga Mandiri Sekuritas | Rp4.000 per saham |
| PBV | 0,83 kali |
| PER disetahunkan | 6,29 kali |
Rekomendasi beli dari Mandiri Sekuritas muncul bersamaan dengan perhatian pasar pada valuasi dan arus dana asing. Target harga Rp4.000 tersebut lebih tinggi dibandingkan harga penutupan BBNI pada 14 Agustus 2026.
Laba Semester I Meningkat
Kinerja fundamental BBNI pada semester I-2026 mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,75 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan laba bersih semester I-2025 yang mencapai Rp10,09 triliun.
Pertumbuhan laba tersebut menjadi salah satu data yang menyertai pergerakan saham BBNI selama periode pengamatan. Pasar juga mencermati valuasi saham yang masih berada di bawah satu kali nilai bukunya.
| Periode | Laba Bersih |
|---|---|
| Semester I-2026 | Rp10,75 triliun |
| Semester I-2025 | Rp10,09 triliun |
Akumulasi Dana Asing Berlanjut
Investor asing membukukan pembelian bersih pada Saham BBNI senilai Rp130,06 miliar dalam periode 6 Agustus hingga 14 Agustus 2026. Investor Daily melaporkan arus beli tersebut berlangsung berkelanjutan sepanjang rentang waktu itu.
Pada perdagangan 14 Agustus saja, pembelian bersih asing mencapai Rp5,06 miliar. Nilainya memang lebih kecil daripada akumulasi selama periode pengamatan, tetapi arus dana asing pada hari penutupan tetap positif.
Aktivitas perdagangan BBNI pada 14 Agustus mencapai 19,65 juta saham dalam 5.267 kali transaksi. Total nilai perdagangan pada hari itu tercatat sebesar Rp71,03 miliar.
Dalam satu bulan terakhir hingga penutupan 14 Agustus 2026, harga BBNI telah menguat 2,83 persen. Penguatan tersebut terjadi ketika pasar memperhatikan kombinasi pembelian asing, pertumbuhan laba, serta Valuasi PBV BBNI yang berada pada 0,83 kali.
Data tersebut menempatkan target Rp4.000 dari Mandiri Sekuritas dalam konteks pergerakan saham yang telah mencatat kenaikan bulanan. Perkembangan arus beli asing dan perubahan harga selanjutnya menjadi faktor yang akan terus diperhatikan pasar.






