Kekalahan Kedua Membuat Indonesia U-16 Tersingkir, Gol Dian Tak Disahkan

Timnas Putri U-16 Indonesia dipastikan tersingkir dari persaingan Grup B Srikandi Merdeka Cup 2026 setelah kalah 0-2 dari Singapura. Hasil di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Senin (17/8/2026), membuat Putri Nusantara belum mengumpulkan poin dari dua laga.

Kekalahan itu terasa berat karena Indonesia sempat mencetak gol pada babak pertama melalui Dian Aprilia. Namun, gol pada menit ke-35 tersebut tidak disahkan wasit karena Dian dinilai berada dalam posisi offside.

Dian memanfaatkan bola muntah di depan gawang Singapura untuk menyambar peluang tersebut. Keputusan offside membuat Indonesia kehilangan kesempatan untuk memimpin dan mengubah arah pertandingan lebih awal.

Singapura Menentukan Laga pada Babak Kedua

Singapura baru memecah kebuntuan pada menit ke-56 melalui Nur Qhalisah Arysha. Gol itu tercipta dari kemelut di area pertahanan Indonesia setelah situasi sepak pojok.

Indonesia berupaya mengejar ketertinggalan sepanjang sisa pertandingan. Akan tetapi, Singapura justru menutup laga dengan gol Tan Si Leng Amelia pada menit ke-90+4.

Gol kedua tersebut memastikan kemenangan Singapura dengan skor 2-0. Hasil itu juga menjaga peluang Singapura untuk melaju ke fase berikutnya dari Grup B.

Laga Grup BSkorDampak
Indonesia vs Thailand0-2Indonesia kalah pada laga pembuka
Indonesia vs Singapura0-2Indonesia tersingkir dari persaingan
Singapura vs Yordania1-3Singapura sebelumnya kalah

Sebelum menghadapi Singapura, Indonesia juga menelan kekalahan 0-2 dari Thailand pada pertandingan pertama. Dua hasil tersebut menempatkan skuad asuhan Takumi Taniguchi di dasar klasemen Grup B tanpa poin.

Perjalanan Timnas Putri U-16 Indonesia di turnamen ini berakhir, sedangkan Indonesia masih memiliki wakil lain yang mencatat hasil berbeda. Garuda Pertiwi dari Grup A telah lebih dahulu mengamankan tiket ke semifinal.

Pengalaman Bermain Menjadi Evaluasi

Takumi Taniguchi menilai pengalaman bertanding menjadi tantangan besar bagi para pemain mudanya. Menurut dia, banyak anggota skuad baru pertama kali menjalani pertandingan 90 menit pada level tersebut.

“Ya, jelas bagi sebagian besar pemain, ini adalah pengalaman pertama mereka di level seperti ini, pertandingan 90 menit, mungkin itu sangat berat bagi sebagian dari mereka,” kata Takumi Taniguchi. Ia memandang hasil yang diraih sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk tim muda Indonesia.

Pelatih Putri Nusantara itu menekankan bahwa pemain perlu membiasakan diri dengan tekanan kompetisi. “Tapi ini adalah proses, jadi mereka harus terbiasa dengan lingkungan ini, situasi ini,” ujar Takumi.

Ia juga menyebut persiapan strategi selalu menjadi perhatian tim pelatih dalam menghadapi pertandingan. “Ya, tentu saja saya harus duduk dan memikirkan bagaimana kami mengatur strategi untuk pertandingan berikutnya,” ucapnya.

Persiapan Singapura Berbuah Kemenangan

Pelatih Singapura Ratna Suffian bin Ishak mengapresiasi perjuangan para pemainnya, meski tim tersebut dibentuk dalam waktu singkat. Ia menilai skuadnya tetap memberikan kemampuan terbaik sepanjang turnamen.

“Jadi saya pikir meski itu bukan hasil yang kami inginkan, saya bangga terhadap pemain, mereka memberikan semua yang mereka miliki,” ujar Ratna. Tim pelatih Singapura juga mempelajari rekaman pertandingan untuk menyiapkan pendekatan melawan Indonesia.

Ratna mengakui Indonesia memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, tetapi timnya berusaha memanfaatkan celah permainan lawan. “Kami telah menonton pertandingannya dan kami bisa mencoba menemukan apa yang bisa kami manfaatkan dari kelemahan Indonesia,” kata Ratna.

Di Grup B Srikandi Merdeka Cup 2026, Yordania sebelumnya menang 3-1 atas Singapura. Pelatih Yordania Luna Rami Amin Almasri meminta timnya segera mengalihkan fokus untuk menghadapi Thailand dan Indonesia.

Penyerang Yordania Alma Odal Yousef Alsaify menyatakan timnya ingin mempertahankan semangat serta kerja keras yang sudah ditunjukkan. Yordania menargetkan tiga poin pada dua pertandingan grup berikutnya.

Baca Juga