Alwi Farhan memulai langkahnya di Kejuaraan Dunia BWF 2026 dengan kemenangan dua gim langsung atas Yoo Tae-bin. Pebulu tangkis Indonesia itu menang 21-17, 21-12 dalam pertandingan babak 64 besar yang berlangsung 45 menit di New Delhi, India.
Kemenangan tersebut lahir dari persiapan yang dilakukan jauh sebelum pertandingan dimulai. Alwi mengaku memiliki waktu lebih dari sepekan untuk mempelajari undian serta kecenderungan permainan calon lawannya.
Ia mampu mengantisipasi pilihan permainan Yoo Tae-bin sejak awal duel. Menurut Alwi, pemahaman terhadap karakter lawan menjadi bagian penting dalam menjaga kendali pertandingan pembuka.
“Alhamdulillah memang sudah dipersiapkan dari sebelum-sebelumnya. Ada waktu seminggu lebih saya rasa untuk mempelajari undian dan itu bagus buat saya,” ujar Alwi seperti dikutip Kompas.com.
Alwi juga menyatakan telah mengenali kemungkinan pola yang akan dipilih lawannya. Ia menilai persiapan itu membantunya membaca arah permainan Yoo Tae-bin dengan lebih baik.
Tantangan Babak 32 Besar Masih Menunggu
Hasil tersebut membawa Alwi ke babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026. Ia akan menghadapi pemenang pertandingan antara Le Duc Phat dari Vietnam dan Joakim Oldorff dari Islandia.
Alwi ingin menjadikan penampilan pada laga pertama sebagai ukuran untuk pertandingan selanjutnya. Standar permainan dan ketelitian dalam mempelajari lawan akan kembali dibutuhkan karena calon lawannya belum ditentukan.
| Ajang | Lokasi | Hasil Alwi Farhan |
|---|---|---|
| Kejuaraan Dunia 2026 | New Delhi, India | Menang atas Yoo Tae-bin 21-17, 21-12 dan lolos ke babak 32 besar |
| Kejuaraan Dunia 2025 | Paris | Mencapai babak 16 besar |
Pemulihan Fisik dan Mental Jadi Perhatian
Alwi memiliki satu hari jeda sebelum tampil pada babak 32 besar. Waktu itu akan digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh sekaligus menjaga kesiapan mental.
Ia menekankan bahwa masa istirahat tidak hanya berkaitan dengan fisik. Pola makan, waktu tidur, kemauan, dan ketenangan pikiran menjadi bagian yang perlu diperhatikan menjelang laga berikutnya.
“Besok ada istirahat tapi pastinya dari pikirannya, dari mentalitasnya, dari kemauannya, dari keinginan dan jaga badannya, pola makan dan tidurnya semua harus diperhatikan,” kata Alwi. Ia akan menjalani pemulihan secara bertahap dari hari ke hari.
Pengalaman Paris Menjadi Latar Langkah di India
Penampilan di India menjadi partisipasi kedua Alwi dalam Kejuaraan Dunia. Pada edisi 2025 di Paris, perjalanan pemain Bulu Tangkis Indonesia tersebut berhenti di babak 16 besar setelah kalah dari wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn.
Pengalaman itu memberi Alwi gambaran mengenai tuntutan kompetisi pada ajang besar. Ia memandang Kejuaraan Dunia sebagai turnamen penting yang memerlukan usaha serta kesiapan menyeluruh.
“Kejuaraan Dunia adalah salah satu ajang besar yang sakral,” ujar Alwi. Kemenangan atas Yoo Tae-bin menjadi modal awal, sementara pemulihan dan persiapan menghadapi lawan berikutnya kini menjadi fokus utamanya.






