Mercedes S280 Ini Menemani Tiga Presiden, Dipamerkan Bersama Cadillac di Istana

Satu unit Mercedes Benz S280 tahun 1980 yang dipamerkan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta memiliki riwayat penggunaan lintas tiga masa pemerintahan. Mobil ini pernah menjadi kendaraan dinas Presiden ke-2 RI Soeharto, lalu digunakan pula oleh B.J. Habibie dan Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Riwayat tersebut membuat Mercedes S280 tidak sekadar tampil sebagai kendaraan klasik dalam pameran. Mobil itu menjadi penanda kesinambungan kendaraan dinas kepresidenan yang digunakan dalam periode berbeda.

Mercedes tersebut dipajang bersama dua Cadillac Fleetwood Brougham dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin, 17/8. Ketiga kendaraan ditempatkan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta sebagai bagian dari suasana peringatan kemerdekaan.

Selain digunakan oleh Soeharto, Mercedes Benz S280 itu juga terkait dengan Ibu Negara Tien Soeharto. Setelah masa pemerintahan tersebut berakhir, kendaraan yang sama kembali menjalankan peran dalam masa kepresidenan Habibie dan Gus Dur.

Riwayat Tiga Mobil yang Dipamerkan

Dua unit Cadillac Fleetwood Brougham yang berada di sisi Mercedes sama-sama merupakan keluaran 1980. Menurut CNN Indonesia, kedua Cadillac itu pernah digunakan oleh Presiden ke-3 RI B.J. Habibie.

Cadillac memiliki peran khusus dalam kegiatan kenegaraan. Kendaraan tersebut digunakan untuk membawa tamu negara serta mendukung prosesi penyerahan surat-surat kepercayaan atau credential dari duta besar negara sahabat kepada Presiden Indonesia.

KendaraanTahunRiwayat penggunaan
Cadillac Fleetwood Brougham1980Digunakan B.J. Habibie, tamu negara, dan prosesi credential duta besar
Mercedes Benz S2801980Kendaraan dinas Soeharto dan Tien Soeharto, kemudian B.J. Habibie serta Gus Dur

Penempatan dua Cadillac dan satu Mercedes dalam satu rangkaian memungkinkan pengunjung melihat perbedaan model kendaraan yang pernah menjalankan tugas resmi di lingkungan kepresidenan. Nilai pameran ini terletak pada fungsi historis masing-masing unit, bukan hanya pada usia kendaraan.

Cadillac Fleetwood Brougham menonjol karena keterlibatannya dalam agenda diplomatik dan penyambutan tamu negara. Sementara Mercedes Benz S280 memperlihatkan bahwa sebuah kendaraan dinas dapat terus digunakan melewati pergantian kepemimpinan nasional.

Perhatian Pengunjung di Lingkungan Istana

Ketiga mobil klasik tersebut menarik perhatian masyarakat yang hadir sebagai tamu undangan di Istana. Sejumlah pengunjung mengarahkan kamera ke arah kendaraan untuk mengabadikan tampilannya.

Beberapa pengunjung juga berpose di depan mobil-mobil tersebut. Kehadiran kendaraan bersejarah itu menjadi salah satu titik perhatian di tengah rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.

Pameran ini menghadirkan gambaran bahwa kendaraan kepresidenan memiliki fungsi yang beragam sesuai kebutuhan pada masanya. Ada kendaraan yang dipakai untuk tugas protokoler dan diplomatik, sementara unit lain digunakan sebagai kendaraan dinas kepala negara.

Mercedes Benz S280 menjadi unit dengan jejak pemakaian paling panjang di antara kendaraan yang diperlihatkan. Keterkaitannya dengan Soeharto, Habibie, dan Gus Dur memberi konteks tersendiri bagi pengunjung yang melihatnya di Istana.

Dua Cadillac Fleetwood Brougham melengkapi cerita tersebut melalui perannya dalam kegiatan kenegaraan pada masa Habibie. Dengan demikian, tiga mobil yang dipamerkan memperlihatkan bagian dari perjalanan tugas resmi kepresidenan Indonesia dalam fase yang berbeda.

Keberadaan kendaraan-kendaraan ini di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta mempertemukan unsur peringatan kemerdekaan dengan rekam sejarah institusi kepresidenan. Pengunjung tidak hanya menyaksikan mobil klasik, melainkan juga jejak kendaraan yang pernah digunakan dalam aktivitas resmi negara.

Baca Juga