Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih berada di Nusa Tenggara Timur untuk memantau penanganan gempa ketika peringatan HUT ke-81 RI berlangsung. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa agenda kenegaraan tetap berjalan bersamaan dengan perhatian terhadap warga terdampak bencana.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan beberapa menteri memimpin upacara di lokasi bencana. Langkah itu dilakukan setelah gempa bumi cukup besar terjadi di wilayah NTT.
Pejabat Pemerintah Memantau Kondisi di NTT
Jajaran pemerintah yang berada di NTT terdiri atas menteri koordinator, menteri teknis, hingga wakil menteri. Mereka hadir untuk mengikuti perkembangan penanganan gempa dan kondisi masyarakat terdampak.
| Pejabat | Jabatan | Peran di NTT |
|---|---|---|
| Pratikno | Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan | Memantau penanganan gempa |
| Tito Karnavian | Menteri Dalam Negeri | Memantau penanganan gempa |
| Dody Hanggodo | Menteri Pekerjaan Umum | Memantau penanganan gempa |
| Agus Jabo Priyono | Wakil Menteri Sosial | Memantau penanganan gempa |
Menurut laporan Investor Daily, Pratikno, Tito Karnavian, Dody Hanggodo, dan Agus Jabo Priyono termasuk dalam jajaran yang berada di wilayah terdampak. Kehadiran para pejabat tersebut beriringan dengan pelaksanaan sejumlah kegiatan peringatan kemerdekaan di lokasi bencana.
Prasetyo menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang dialami warga di NTT. Ia menegaskan pemerintah perlu memastikan masyarakat yang menghadapi bencana memperoleh penanganan sebaik mungkin.
“Sekali lagi kita menyampaikan rasa dukacita mendalam, karena telah terjadi musibah gempa bumi yang cukup besar di Nusa Tenggara Timur, maka ada beberapa menteri yang memang hari ini memimpin upacara (di lokasi bencana),” ujar Prasetyo. Pernyataan itu menempatkan kehadiran pemerintah di NTT sebagai bagian dari respons terhadap keadaan darurat yang terjadi.
Perayaan Kemerdekaan Berjalan Bersama Respons Bencana
Peringatan HUT ke-81 RI tahun ini berlangsung di tengah perhatian terhadap sejumlah wilayah yang mengalami bencana alam. Pemerintah menekankan bahwa perayaan kemerdekaan tidak boleh mengalihkan fokus dari kebutuhan warga terdampak.
Prasetyo menyatakan penanganan bencana harus terus dikawal meski bangsa sedang memperingati hari kemerdekaan. Pemerintah, menurut dia, memiliki kewajiban untuk memastikan warga yang terdampak dapat tertangani secara optimal.
“Jadi, di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin pernah bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo. Pesan tersebut menggarisbawahi bahwa penanganan bencana tetap menjadi perhatian utama pada momentum nasional itu.
Doa untuk Korban Bencana di Istana Merdeka
Perhatian terhadap korban bencana juga disampaikan dalam upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Presiden Prabowo Subianto memimpin hening cipta untuk mengenang pahlawan kemerdekaan sekaligus mendoakan warga terdampak bencana di berbagai daerah.
Doa tersebut ditujukan bagi korban bencana di Sumatera, NTT, dan wilayah Indonesia lainnya. Dengan demikian, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, melainkan juga ruang solidaritas bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Prabowo mengajak peserta upacara mengenang arwah dan jasa para pahlawan yang telah berkorban bagi kemerdekaan dan kehormatan bangsa. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana alam.
Kehadiran para menteri di lokasi gempa di NTT serta doa bersama dalam upacara nasional memperlihatkan dua agenda yang berjalan beriringan. Pemerintah menempatkan penghormatan terhadap kemerdekaan dan kepedulian terhadap warga terdampak sebagai perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI.






