Pemerintah memprioritaskan pembukaan jalur dan evakuasi warga setelah gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur. Langkah tersebut ditempuh untuk mencegah daerah terdampak terisolasi akibat kerusakan jalan maupun longsor.
Konektivitas antarwilayah menjadi kebutuhan mendesak karena menentukan kelancaran bantuan, pemindahan warga, dan pemulihan kehidupan masyarakat. Pemerintah juga masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap dampak gempa pada fasilitas umum serta layanan dasar.
Jalur darat menjadi perhatian utama
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan tidak boleh ada wilayah yang terputus dari layanan akibat bencana. Menurutnya, akses yang terjaga diperlukan agar penanganan korban dan kebutuhan masyarakat dapat dijalankan.
“Kami berduka tentunya, kita kehilangan saudara-saudara yang terdampak bencana alam, dan tentunya memastikan bagimana konektivitas bisa terhubung, karena tidak boleh ada daerah yang terisolir akibat gempa atau longsor,” ucap AHY. Pernyataan itu menempatkan pemulihan akses jalan sebagai bagian penting dari respons awal pemerintah.
Kerusakan jalan berpotensi membatasi mobilitas dari dan menuju wilayah terdampak. Kemungkinan longsor juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi dalam upaya membuka kembali jalur penghubung.
Pemulihan akses tidak hanya berkaitan dengan perjalanan warga, tetapi juga dengan distribusi kebutuhan dasar. Jalur yang dapat dilalui akan mendukung proses evakuasi sekaligus mempercepat penyaluran bantuan ke lokasi terdampak.
Koordinasi lintas kementerian telah dimulai
AHY menyatakan koordinasi penanganan bencana telah dilakukan segera setelah gempa terjadi. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo juga ditugaskan mendatangi lokasi bencana untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Saya sudah langsung berkoordinasi, dan bahkan menteri pekerjaan umum sudah langsung ke lokasi bencana,” kata AHY. Ia menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin, 17 Agustus 2026, di Istana Merdeka, Jakarta.
Koordinasi antarkementerian diarahkan untuk mengoptimalkan respons di wilayah terdampak. Berdasarkan laporan Investor Daily, langkah itu mencakup penanganan korban, perbaikan konektivitas, dan pemulihan kawasan yang mengalami dampak gempa.
Air bersih dan listrik masih didata
Pemerintah masih menghitung tingkat kerusakan pada sejumlah fasilitas dasar. Pendataan mencakup kondisi akses jalan, sarana air bersih, serta jaringan listrik di wilayah yang terkena dampak.
Hasil pendataan akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan pemulihan layanan bagi masyarakat. Perbaikan fasilitas dasar dinilai penting agar kebutuhan harian warga tetap dapat ditopang selama masa penanganan bencana.
Pemerintah menyatakan proses pemulihan akan terus dikawal hingga kondisi masyarakat di NTT kembali normal. Upaya tersebut dijalankan bersamaan dengan pembukaan akses agar tidak ada wilayah yang tertinggal dari layanan penanganan.
Di tengah peringatan HUT ke-81 RI, AHY turut menyampaikan dukungan kepada warga yang terdampak musibah. “Mudah-mudahan bisa segera bangkit dan pulih seperti sediakala,” ujar AHY.






