Foto Udara Mengarah ke Panggung 4 Juli, Tuduhan Vandalisme Trump Dipertanyakan

Kerusakan rumput di National Mall, Washington, menjadi pusat perbedaan narasi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh adanya vandalisme. Namun, foto udara kawasan tersebut mengarah pada pembongkaran panggung utama dan area tempat duduk perayaan 4 Juli sebagai konteks perubahan kondisi rumput.

Dokumen dakwaan terhadap seorang tersangka perusakan di Monumen Perang Dunia II juga tidak memuat tuduhan mengenai rumput. Perkara itu justru berfokus pada grafiti serta dugaan pelemparan sabun ke air mancur monumen.

Dua Persoalan yang Berbeda

Fokus PerkaraKeterangan UtamaDasar Informasi
Rumput National MallTrump menilai kerusakan sebagai vandalisme, sementara foto udara menunjukkan konteks pembongkaran infrastruktur acara.Unggahan Trump dan foto udara kawasan
Monumen Perang Dunia IIMelissa L. Farris didakwa terkait grafiti serta tindakan terhadap air mancur, tanpa dakwaan soal rumput.Dokumen dakwaan dan keterangan Kejaksaan AS

Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Trump mengunggah foto hamparan rumput cokelat di area dekat Monumen Perang Dunia II. Area itu berada di antara monumen tersebut dan Kolam Refleksi, serta sebelumnya digunakan untuk rangkaian perayaan 4 Juli.

Dalam unggahannya, Trump menyebut kondisi tersebut sebagai ulah pihak yang sengaja merusak fasilitas publik. “Lihat apa yang dilakukan VANDAL pada rumput yang menghubungkan Monumen Perang Dunia II yang dirusak dan Kolam Refleksi yang dirusak,” tulisnya.

Trump juga menyatakan Kolam Refleksi akan dibuka kembali dan dibuat lebih baik dalam waktu secepatnya. Ia menolak anggapan bahwa persoalan di kawasan itu semata-mata berkaitan dengan kendala teknis pekerjaan proyek atau kontraktor.

Menurut Trump, kemungkinan kesulitan dalam pekerjaan teknis tidak meniadakan dugaan perusakan yang disengaja. Ia sebelumnya membagikan foto lain yang menampilkan pola angka “86 47” di rumput mati sebagai tambahan untuk mendukung tuduhannya.

Foto Udara Menunjukkan Konteks Area Acara

Di sisi lain, foto udara memperlihatkan penurunan kondisi rumput berkaitan dengan proses pembongkaran panggung utama setelah perayaan 4 Juli. Area tempat duduk pengunjung yang dipasang untuk acara itu juga berada di sekitar lokasi rumput yang kemudian tampak mengering dan membusuk.

Gambaran tersebut membuat penyebab rumput rusak menjadi persoalan yang terpisah dari perkara pidana terhadap Melissa L. Farris. Tidak ada keterangan dalam dakwaan Farris yang menghubungkan perempuan itu dengan kondisi rumput di National Mall.

Farris ditangkap atas dugaan membuat grafiti di Monumen Perang Dunia II. Coretan yang dituduhkan kepadanya berbunyi, “Tangan bersih uang kotor”.

Menurut keterangan perkara, Farris sempat merekam aksinya sebelum ditangkap. Dalam rekaman itu, ia mengatakan, “Saya akan menunggu di sini untuk ditangkap karena menyemprot air mancur veteran kita.”

Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia mengonfirmasi bahwa Farris menghadapi dua dakwaan kejahatan berat. Kedua dakwaan itu berkaitan dengan dugaan penyemprotan cat dan pelemparan sabun ke air mancur di Monumen Perang Dunia II.

Perbedaan Sikap soal Penanganan Hukum

Trump turut mengkritik penanganan perkara yang terkait dengan Kolam Refleksi dan menyatakan tidak sejalan dengan Jaksa AS Jeanine Pirro. Ia menyebut persoalan tersebut sebagai “kasus VANDALISME murni” dan mengaku kecewa atas penghentian penuntutan terhadap tersangka utama.

Dalam unggahan lain, Trump menanggapi pihak yang meragukan adanya perusakan di Kolam Refleksi. “Siapa pun yang berpikir Kolam Refleksi tidak dirusak harus kembali ke Sekolah Hukum!” ujarnya.

Jaksa Agung Muda AS Todd Blanche kemudian membela kinerja Jeanine Pirro dalam wawancara di NBC Meet the Press. “Saya sepenuhnya mendukung Jaksa AS Pirro, begitu pula Presiden Trump,” kata Blanche.

Blanche menilai keputusan untuk menarik dakwaan harus dipertimbangkan berdasarkan kecukupan bukti untuk persidangan. Ia menegaskan bahwa penegak hukum tetap akan mengejar tindakan perusakan yang dapat dibuktikan secara sah.

Dengan demikian, proses hukum terhadap Farris tetap berpusat pada dugaan tindakan terhadap fasilitas Monumen Perang Dunia II. Sementara itu, penyebab kerusakan rumput di National Mall masih menjadi perdebatan antara tuduhan vandalisme Trump dan konteks pembongkaran infrastruktur perayaan 4 Juli yang terlihat dalam foto udara.

Baca Juga