Zayn Neymar menjaga peluang merebut gelar Juara Nasional ITCR 1500 Non-Seeded 2026 setelah meraih podium pertama di Mandalika. Poin penuh dari Race 3 menjadi modal penting ketika persaingan musim ini belum memasuki putaran terakhir.
Pembalap muda asal Makassar itu tidak dapat hanya bergantung pada satu kemenangan untuk mencapai targetnya. Hasil akhir tetap ditentukan oleh kemampuan menjaga performa dan mengumpulkan poin pada seri-seri berikutnya.
Kemenangan tersebut diraih Zayn pada Race 3 dalam rangkaian Mandalika Festival of Speed 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan Minggu, 16 Agustus 2026. Ia tampil di kelas ITCR 1500 Non-Seeded bersama Honda Racing Indonesia Management.
Hasil di Mandalika juga melanjutkan catatan positif Zayn pada Round 3 dan Round 4. Dua putaran itu memperkuat posisinya dalam persaingan gelar nasional yang masih terbuka.
Target Tidak Berhenti di Mandalika
Podium pertama menjadi pencapaian penting bagi Zayn, tetapi ia menempatkannya sebagai bagian dari proses yang lebih panjang. Target utama pembalap tersebut adalah menempati posisi tertinggi pada akhir musim 2026.
Dalam kelas Non-Seeded, pembalap muda dituntut untuk tetap cepat tanpa kehilangan ketenangan saat perebutan poin berlangsung ketat. Setiap balapan juga memberi pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi tekanan kompetisi tingkat nasional.
Zayn menegaskan bahwa hasil baik di Mandalika belum mengakhiri perjuangannya. Ia menilai konsistensi hingga akhir musim sebagai faktor utama untuk mengubah peluang menjadi gelar juara.
“Saya bersyukur bisa mendapatkan hasil yang baik di Round 3 dan Round 4. Terima kasih untuk Honda Racing Indonesia, tim, keluarga, dan semua yang selalu mendukung saya. Semoga saya bisa terus konsisten sampai akhir musim dan mewujudkan target menjadi Juara Nasional,” ujar Zayn dalam keterangan resminya.
Menjaga Performa di Tengah Tekanan
Kecepatan di satu lintasan tidak otomatis menjamin hasil serupa pada seri berikutnya. Pembalap harus beradaptasi dengan karakter sirkuit yang berbeda sekaligus meminimalkan kesalahan saat menghadapi rival.
Karena itu, poin penuh di Mandalika memberi arti lebih dari sekadar kemenangan satu balapan. Pencapaian tersebut menjaga Zayn tetap berada dalam jalur persaingan ketika perolehan poin menuju putaran akhir semakin menentukan.
Otomotif Kompas mencatat bahwa perkembangan Zayn pada dua putaran Mandalika tidak semata dinilai dari posisi finis. Kemampuannya menjaga hasil dari satu balapan ke balapan lain juga menjadi bagian penting dalam perjalanan musim ini.
Peran Tim dalam Pengembangan Zayn
Honda Racing Indonesia menjadi bagian dari persiapan Zayn untuk terus berkembang di arena balap nasional. Bersama tim, ia memperoleh ruang untuk belajar dan menghadapi persaingan di kelas ITCR 1500 Non-Seeded.
Zayn juga menyebut masukan dari Avila, yang menjadi lead di HRI Management, turut membantu pengembangan dirinya. Dukungan tersebut ingin dimanfaatkannya untuk mempertahankan peluang hingga musim berakhir.
“Masukan dari Avila yang menjadi lead di HRI Management, turut memberikan pengembangan diri saya, semoga saya bisa meraih gelar Juara Nasional Non-Seeded ITCR 1500 tahun ini,” kata Zayn.
Musim 2026 menjadi ujian bagi Zayn untuk membuktikan ketahanan performanya dalam persaingan antarpembalap nasional. Kemenangan di Mandalika telah membuka jalan, namun konsistensi pada setiap seri akan menentukan langkahnya menuju gelar Juara Nasional ITCR 1500 Non-Seeded.






