6.587 Paket Kebutuhan Papan Menuju NTT, 16 Relawan Tempuh Darat-Laut

Sebanyak 6.587 paket kebutuhan papan menjadi bagian terbesar dari 11.497 paket bantuan yang diberangkatkan Pemprov Jawa Tengah untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur. Bantuan itu mencakup terpal, tenda, dapur lapangan, lampu darurat, serta perlengkapan mandi untuk mendukung kebutuhan pengungsian.

Pengiriman tahap pertama tersebut tidak hanya membawa logistik, tetapi juga 16 relawan yang menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut. Rombongan berangkat dari Semarang pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan Kabupaten Ende sebagai pusat posko lapangan.

Komposisi Bantuan untuk Warga Terdampak

Kebutuhan papan menjadi prioritas terbesar karena warga terdampak memerlukan perlindungan dan perlengkapan dasar selama masa penanganan bencana. Selain tenda gulung dan tenda keluarga, bantuan juga meliputi sabun cuci, sabun mandi, sampo, serta perlengkapan kebersihan lainnya.

Kategori BantuanJumlah PaketIsi Utama
Pangan3.795 paketBeras, makanan siap saji, biskuit, sembako, obat-obatan
Sandang dan keluarga1.115 paketMatras, selimut, kasur lipat, popok, perlengkapan keluarga
Papan dan pendukung6.587 paketTerpal, tenda, dapur lapangan, lampu darurat, perlengkapan mandi

Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang dikirim mencakup empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan. Sementara itu, paket sandang dan keluarga berisi antara lain matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, popok bayi, dan popok dewasa.

Bantuan tersebut dihimpun dari sejumlah organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Tengah serta lembaga pendukung. Menurut keterangan yang dimuat Indoraya.news, pihak yang terlibat antara lain BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, dan sejumlah BUMD Jawa Tengah.

Armada Menempuh Rute Lintas Pulau

Perjalanan tim menuju Ende melewati sejumlah titik di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Rute yang disiapkan dimulai dari Semarang menuju Tanjung Perak, lalu Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, dan berakhir di Ende.

Mobilisasi ini menggunakan 10 kendaraan yang terdiri atas enam truk, dua mobil kabin ganda, dan dua sepeda motor. Armada tersebut membawa personel sekaligus logistik untuk mendukung penanganan darurat dan distribusi bantuan di daerah tujuan.

Enam belas personel berasal dari BPBD Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PMI Jawa Tengah. Mereka dibagi ke dalam tiga fungsi utama, yakni pencarian dan pertolongan, logistik, serta kesehatan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan personel akan membantu penanganan darurat sekaligus penyaluran logistik. “Personel ini nanti akan membantu penanganan darurat sekaligus pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak,” jelasnya.

Koordinasi untuk Distribusi Tepat Sasaran

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melepas langsung keberangkatan bantuan dan relawan tahap pertama tersebut. Ia meminta tim segera membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah daerah setempat agar bantuan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran. Jadi, pastikan bantuan itu tepat sasaran,” kata Luthfi.

Wilayah layanan tim tidak hanya mencakup Ende, tetapi juga Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka. Posko lapangan di Ende akan menjadi titik utama untuk mendukung penyaluran bantuan ke sejumlah daerah tersebut.

Pemprov Jawa Tengah juga membuka kemungkinan pengiriman bantuan tahap kedua karena kondisi di lokasi terdampak dapat berubah. Luthfi menyebut Sekda dan Wakil Gubernur akan berkoordinasi dengan bupati serta wali kota untuk menyiapkan rencana bantuan lanjutan.

“Pak Sekda dan Pak Wagub koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.

Dalam pelepasan tersebut, Luthfi menyampaikan belasungkawa kepada warga yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana. Ia juga meminta seluruh relawan mengutamakan keselamatan selama perjalanan serta menjalankan misi kemanusiaan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga