Menang 2 Menit 25 Detik, Triton Antar Duet Jepang ke Gelar AXCR Perdana

Mitsubishi Triton nomor 106 mengantarkan Katsuhiko Taguchi dan navigator Takahiro Yasui menjadi juara umum AXCR 2026. Duet Jepang tersebut menyelesaikan reli dengan total waktu 12 jam 58 menit 20 detik.

Kemenangan itu diraih dengan margin sangat tipis, hanya 2 menit 25 detik dari pesaing terdekat. Hasil tersebut sekaligus menandai gelar AXCR pertama bagi pasangan pembalap dan navigator asal Jepang.

Gelar Kedua Beruntun untuk Team Mitsubishi Ralliart

Keberhasilan Taguchi dan Yasui memastikan Team Mitsubishi Ralliart merebut gelar juara umum untuk dua tahun secara beruntun. Mitsubishi menurunkan tiga unit Triton T1, dan seluruhnya berhasil mencapai garis finis di tengah tantangan reli yang berat.

Menurut Oto.com, raihan ini menegaskan ketahanan armada Mitsubishi Triton pada lintasan yang karakter medannya terus berubah. Dua mobil lain memang menghadapi gangguan sepanjang reli, tetapi tetap menuntaskan seluruh perjalanan hingga akhir.

PasanganPosisi AkhirWaktu Total
Katsuhiko Taguchi/Takahiro Yasui112 jam 58 menit 20 detik
Kazuto Koide/Chiba2720 jam 58 menit 30 detik
Chayapon Yotha/Peerapong Sombatwong3634 jam 48 menit 43 detik

Reli Thailand yang Menguji Ketelitian Navigasi

AXCR 2026 berlangsung di Thailand pada 9-15 Agustus dengan rute total 2.145,19 km. Dari jarak tersebut, 921,80 km merupakan special stage atau SS yang menentukan catatan waktu peserta.

Perubahan rute akibat cuaca membuat jarak perlombaan aktual lebih pendek dari rencana awal. Peserta harus melintasi hutan lebat, perkebunan, jalan berbatu, lumpur, serta penyeberangan sungai dalam cuaca panas dan lembap.

Navigasi menjadi faktor penting karena sejumlah lintasan memiliki bentuk dan pemandangan yang serupa. Hujan dapat mengubah karakter jalur secara cepat, termasuk memunculkan genangan dan aliran air yang menyulitkan pembacaan rute.

Leg 3 Mengubah Persaingan di Papan Atas

Taguchi mengawali reli dari posisi ketiga setelah Leg 1. Pada tahap itu, ia mampu menghindari kesalahan navigasi yang dialami beberapa peserta terdepan ketika hujan deras membuat rute semakin sulit diprediksi.

Titik balik datang pada Leg 3 saat Taguchi dan Yasui mencatatkan waktu SS tercepat. Catatan tersebut mengangkat mereka ke posisi pertama dengan keunggulan hanya delapan detik atas rival terdekat.

Setelah memimpin, pasangan itu memilih menjaga ritme tanpa mengambil risiko berlebihan. Keunggulan mereka kemudian melewati lima menit setelah Leg 5 sebelum akhirnya fokus mempertahankan jarak pada leg terakhir.

Dua Mobil Lain Bertahan hingga Finis

Kazuto Koide, karyawan Mitsubishi yang turut membela tim, mengalami awal sulit setelah mobilnya terjebak di parit pada Leg 1. Insiden itu membuatnya terkena batas waktu dan penalti, namun ia tetap menyelesaikan seluruh SS hingga finis di posisi ke-27.

Chayapon Yotha sempat menempati urutan keenam pada Leg 3, tetapi menghadapi sejumlah kendala setelahnya. Juara AXCR tahun lalu itu kehilangan waktu akibat ban bocor pada Leg 2, benturan pada ban belakang kanan di Leg 4, serta gangguan mesin pada Leg 5.

Yotha dan navigator Peerapong Sombatwong akhirnya berada di posisi ke-36. Finisnya tiga Triton T1 menunjukkan kemampuan kendaraan menghadapi tekanan reli dalam kondisi lintasan yang beragam.

Masukan untuk Pengembangan Triton

Kompetisi ini juga menjadi ruang pengujian bagi pengembangan kendaraan produksi Mitsubishi. Koide menilai peningkatan torsi putaran rendah dan kontrol perpindahan gigi membuat Triton lebih mudah dikendalikan pada jalur dengan banyak kondisi berhenti dan berjalan.

Pada bagian rute berkecepatan tinggi, kemampuan kendaraan tersebut tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Data dari ajang ekstrem seperti AXCR digunakan Mitsubishi untuk mendukung peningkatan performa, keamanan, dan kenyamanan kendaraan produksi.

Baca Juga