Kredit Motor Listrik Masih Ketat, Molinas Hadapi Ujian Akses bagi Warga

Peluncuran Molinas belum serta-merta membuat motor listrik lebih mudah dibeli masyarakat. Calon konsumen masih menghadapi pengajuan kredit yang ketat dan bunga yang dinilai belum cukup kompetitif.

Hambatan tersebut menjadi ujian penting bagi Program Motor Listrik Nasional, terutama untuk menjangkau kelompok masyarakat berpenghasilan menengah dan bawah. Harga awal kendaraan tetap menjadi pertimbangan besar ketika skema pembiayaan murah belum tersedia secara nyata di lapangan.

Pengamat energi baru terbarukan dan pegiat kendaraan listrik, Hendro Sutono, menilai terdapat tiga dukungan finansial yang paling dinantikan calon pembeli. Ketiganya adalah insentif fiskal berkelanjutan, kredit berbunga rendah dengan uang muka nol persen, serta program tukar tambah motor bensin.

InstrumenManfaat bagi KonsumenKondisi yang Disoroti
Insentif fiskal berkelanjutanMeringankan biaya kepemilikanBelum terlihat terealisasi secara konkret
Kredit bunga rendah dan uang muka 0 persenMemperluas akses pembelianPersyaratan kredit masih ketat dan bunga belum kompetitif
Program tukar tambahMemudahkan peralihan dari motor bensinMasih dinantikan konsumen di lapangan

Menurut Hendro, harapan atas skema tersebut juga mencakup kemungkinan keterlibatan lembaga pembiayaan negara seperti Danantara. Namun, kebutuhan konsumen belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi yang mereka temui di diler maupun kantor cabang perbankan.

Kepada Kompas.com pada Minggu, 16 Agustus 2026, Hendro menyatakan tiga instrumen finansial itu masih belum terealisasi secara konkret. Ia melihat adanya hambatan teknis dan ekonomis yang cukup besar pada tahap pelaksanaannya.

Risiko Baterai Menahan Penyaluran Kredit

Kehati-hatian bank dan lembaga pembiayaan berkaitan erat dengan ketidakpastian pasar kendaraan bekas motor listrik. Penilaian nilai jual kembali kendaraan juga masih menjadi faktor yang memengaruhi perhitungan risiko kredit.

Baterai disebut menyumbang sekitar 40 hingga 50 persen dari total harga motor listrik. Kapasitas komponen ini akan menurun seiring pemakaian, sehingga memengaruhi penilaian nilai sisa kendaraan.

Tanpa jaring pengaman pemerintah atau kepastian garansi pembelian kembali dari produsen, kredit motor listrik dipandang memiliki risiko wanprestasi lebih tinggi dibandingkan motor bensin konvensional. Situasi itu dapat membuat calon pembeli tetap dikenai bunga komersial dan diminta memenuhi persyaratan pengajuan yang lebih ketat.

Masalah pembiayaan menjadi penting karena pemerintah menempatkan Motor Listrik Nasional bukan sekadar sebagai produk baru. Program ini dirancang sebagai bagian dari pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik dalam negeri.

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Molinas beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Peresmian berlangsung di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group, produsen motor listrik lokal dengan merek ALVA.

Dalam peluncuran itu, Prabowo menekankan pentingnya industri kendaraan listrik yang melibatkan kemampuan dan sumber daya dalam negeri. Arah program mencakup penguatan industri, teknologi, ketahanan energi, serta peningkatan nilai tambah nasional.

Kebutuhan Petani Perlu Diperhitungkan

Sebelum peluncuran, Prabowo sempat menyampaikan harapan agar petani dapat menggunakan motor listrik saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026. Pernyataan itu memunculkan anggapan bahwa sektor pertanian dapat menjadi salah satu sasaran penggunaan kendaraan tersebut.

Target tersebut menuntut penyesuaian spesifikasi kendaraan dengan karakter pekerjaan dan kebutuhan pengguna di sektor pertanian. Kemampuan produksi domestik saja belum cukup apabila produk tidak relevan dengan penggunaan sehari-hari.

Keberhasilan Molinas pada akhirnya bergantung pada penerimaan pasar, bukan hanya pada peluncuran ekosistem industrinya. Akses Pembiayaan Motor Listrik yang lebih terjangkau akan menentukan seberapa luas masyarakat dapat beralih dari motor bensin.

Baca Juga