Rode Wireless Micro Serba Cepat, tetapi DJI Mic Mini 2S Lebih Siap Hadapi Risiko

Kemudahan merekam lewat ponsel menjadi daya tarik utama Rode Wireless Micro. Receiver perangkat ini cukup dicolokkan ke ponsel, transmitter dipasang pada pakaian, lalu kreator dapat langsung memulai perekaman.

Namun, proses praktis tersebut memiliki batas yang perlu diperhatikan saat rekaman tidak boleh gagal. Rode Wireless Micro tidak mempunyai perekaman internal, sedangkan DJI Mic Mini 2S menyimpan audio pada setiap transmitter sebagai cadangan.

Dua pendekatan untuk kebutuhan kreator

Rode Wireless Micro dirancang bagi pengguna yang ingin memakai mikrofon nirkabel tanpa berhadapan dengan banyak pengaturan. Receiver-nya tidak menggunakan layar maupun banyak tombol, serta mengambil daya dari perangkat yang terhubung.

Pendekatan tersebut membuat pengguna tidak perlu memikirkan pengisian daya receiver secara terpisah. Transmitter Rode juga kecil dan ringan, dengan opsi pemasangan magnetis untuk pakaian yang tipis atau mudah rusak.

Menurut Gizmochina, Rode menawarkan paket dengan konektivitas USB-C atau Lightning untuk ponsel. Sistem ini memakai mikrofon omnidirectional yang ditujukan untuk menangkap suara dengan jelas dalam perangkat yang ringkas.

DJI Mic Mini 2S lebih menekankan fleksibilitas dan perlindungan rekaman. Saat koneksi antara mikrofon dengan ponsel atau kamera terganggu, audio tetap tersimpan di transmitter dan dapat digunakan sebagai salinan cadangan.

Setiap transmitter DJI memiliki ruang penyimpanan 14,5GB. Kapasitas itu disebut cukup untuk sekitar 28 jam audio 24-bit atau sekitar 22 jam audio 32-bit float.

Perbandingan daya dan kapasitas sistem

AspekDJI Mic Mini 2SRode Wireless Micro
Rekaman internalTersedia pada setiap transmitterTidak tersedia
Transmitter yang didukungHingga 4 unitHingga 2 unit
Waktu pakai transmitterSekitar 11 jamSekitar 7 jam
Total daya dengan casingLebih dari 40 jamSekitar 21 jam

DJI mengklaim transmitter Mic Mini 2S dapat digunakan sekitar 11 jam, sementara receivernya bertahan kurang lebih 10 jam. Casing pengisi daya membuat total waktu pakai sistem melampaui 40 jam.

Rode menyebut Wireless Micro dapat bertahan sekitar tujuh jam pada tiap transmitter. Casing pengisi dayanya menyediakan dua pengisian tambahan dengan total daya sistem sekitar 21 jam.

Jumlah transmitter juga menentukan fungsi kedua perangkat dalam produksi yang lebih besar. DJI Mic Mini 2S dapat menangani hingga empat transmitter dalam satu receiver, sementara sistem Rode maksimal mendukung dua transmitter.

Kapasitas DJI dapat dipertimbangkan untuk diskusi panel, podcast, dan wawancara kelompok. Rode Wireless Micro tetap memadai untuk kebutuhan satu pembicara atau percakapan dua arah yang sederhana.

Kontrol dan jangkauan menjadi nilai tambah DJI

DJI melengkapi Mic Mini 2S dengan dua tingkat peredam bising berbasis AI dan tiga preset karakter suara. Sistem pengendalian clipping juga dapat menurunkan gain otomatis ketika suara tiba-tiba terlalu keras.

Walau receiver DJI tidak memakai layar, pengguna dapat mengakses pengaturan melalui aplikasi Mimo. Aplikasi tersebut menampilkan level audio dan status koneksi, sekaligus menyediakan penyesuaian yang tidak tersedia pada Rode.

Untuk jangkauan, Rode Wireless Micro disebut dapat beroperasi lebih dari 100 meter. DJI mengklaim jangkauan hingga 400 meter memakai receiver standar, atau sekitar 200 hingga 300 meter dengan Mobile Receiver yang lebih kecil.

Dalam penggunaan dekat kamera untuk vlog atau wawancara, kedua perangkat seharusnya bekerja dalam jarak aman. Pengguna perangkat DJI tertentu mendapat opsi tambahan karena transmitter Mic Mini 2S dapat tersambung melalui OsmoAudio ke Osmo Pocket 4 dan Osmo 360 II tanpa receiver.

Rode Wireless Micro menawarkan jalur paling sederhana bagi kreator yang ingin segera merekam melalui ponsel. DJI Mic Mini 2S lebih sesuai bagi pengguna yang memprioritaskan cadangan audio, durasi pemakaian lebih panjang, dan pengelolaan lebih banyak mikrofon.

Baca Juga