Koreksi BBCA Sudah 21,3 Persen, Namun Target Rp 6.400 Masih Terbuka

Saham BBCA masih memiliki ruang penguatan jangka pendek menuju Rp 6.375 hingga Rp 6.400, meski tekanan sejak awal tahun belum sepenuhnya mereda. Proyeksi itu muncul ketika harga PT Bank Central Asia Tbk ditutup di Rp 6.350 pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Posisi penutupan tersebut berjarak Rp 25 dari batas bawah target pertama dan Rp 50 dari target tertinggi yang dipetakan analis. Namun, peluang itu berada di tengah koreksi year to date yang sudah mencapai 21,3 persen.

CGS International Sekuritas Indonesia menilai area Rp 6.250 sampai Rp 6.300 sebagai support bagi BBCA. Sementara itu, kisaran Rp 6.375 hingga Rp 6.400 diposisikan sebagai resistance yang berpotensi diuji dalam jangka pendek.

Posisi Harga di Antara Support dan Resistance

Harga penutupan Rp 6.350 menempatkan BBCA di antara batas bawah dan sasaran resistance tersebut. Level ini menjadi titik perhatian pasar karena arah berikutnya akan menunjukkan apakah saham mampu bergerak mendekati target atau justru kembali menguji support.

IndikatorLevel atau PerubahanKeterangan
Penutupan 14 Agustus 2026Rp 6.350Turun 0,39 persen
SupportRp 6.250-Rp 6.300Batas bawah teknikal
ResistanceRp 6.375-Rp 6.400Target penguatan jangka pendek
Perubahan sepekanNaik 0,79 persenPerforma jangka pendek
Perubahan sebulanTurun 1,9 persenPerforma satu bulan
Perubahan sejak awal tahunTurun 21,3 persenPerforma year to date

Pada perdagangan terakhir sebelum proyeksi tersebut dirilis, BBCA turun 0,39 persen hingga menutup sesi di Rp 6.350. Pelemahan harian ini terjadi setelah saham perbankan tersebut masih mencatat kenaikan 0,79 persen dalam sepekan.

Performa mingguan yang positif belum menghapus tekanan dalam rentang waktu lebih panjang. Dalam sebulan, harga BBCA tercatat melemah 1,9 persen, sedangkan penurunannya sejak awal tahun mencapai 21,3 persen.

Arus Dana Asing Saat Harga Melemah

Di tengah penurunan pada penutupan Jumat, investor asing justru membukukan Net Buy Asing senilai Rp 2,4 miliar pada BBCA. Data tersebut tercatat oleh Stockbit untuk sesi perdagangan 14 Agustus 2026.

Pembelian bersih asing menjadi salah satu data yang menyertai pelemahan harga harian saham ini. Meski demikian, arus dana tersebut berjalan bersamaan dengan catatan koreksi bulanan dan penurunan tajam secara year to date.

CGS International Sekuritas Indonesia memberikan pandangan spec buy untuk perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026. Rekomendasi itu didasarkan pada kemungkinan pergerakan harga dari zona support menuju area resistance jangka pendek.

“BBCA spec buy dengan support 6.250-6.300, potensi naik ke 6.375-6.400 short term,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia. Pernyataan tersebut menempatkan target penguatan dalam horizon perdagangan pendek, bukan sebagai gambaran kinerja tahunan.

Level yang Akan Dicermati Pasar

Area Rp 6.375 sampai Rp 6.400 akan menjadi batas atas yang diperhatikan apabila BBCA melanjutkan penguatan dari posisi Rp 6.350. Sebaliknya, rentang Rp 6.250 hingga Rp 6.300 menjadi area teknikal yang digunakan sebagai batas bawah dalam rekomendasi tersebut.

Kontras antara kenaikan mingguan, pelemahan bulanan, dan koreksi sejak awal tahun membuat pergerakan BBCA tetap menjadi perhatian. Pasar akan mengamati kemampuan saham ini bertahan di atas support sambil membuka peluang menuju resistance yang diproyeksikan.

Baca Juga