Bitcoin Naik saat Saham AS Tertekan, Posisi Long Tinggi Membuat Pasar Waspada

Bitcoin menembus US$64.000 ketika pasar saham Amerika Serikat justru melemah, tetapi tingginya posisi long di derivatif membuat arah berikutnya menjadi perhatian. Pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026, harga Bitcoin tercatat US$64.418 atau naik 2,7% dalam 24 jam.

Lonjakan tersebut terjadi saat Indeks S&P 500 turun 0,5% dari rekor tertingginya. Pasar juga mencermati konflik AS-Iran serta perkembangan situasi di Selat Hormuz setelah kesepakatan gencatan senjata berakhir.

Penguatan harga belum menghilangkan risiko dari pasar kontrak berjangka yang sangat aktif. Data CryptoQuant menunjukkan funding rate Bitcoin mencapai 0,022 pada 14 Agustus, level tertinggi dalam 20 bulan yang mencerminkan dominasi posisi long trader.

Posisi beli yang mendominasi dapat membuat pergerakan harga menjadi semakin sensitif terhadap perubahan sentimen. Volume perdagangan futures Bitcoin di Binance bahkan hampir delapan kali lebih besar daripada volume transaksi di pasar spot.

Perbedaan besar antara aktivitas futures dan spot menunjukkan tingginya unsur spekulatif dalam pergerakan aset digital tersebut. Karena itu, pasar menaruh perhatian pada kemampuan Bitcoin mempertahankan kenaikan di atas US$64.000.

QCP Capital menilai Bitcoin masih bertahan di dekat batas bawah rentang perdagangan terbarunya tanpa mengalami penurunan tajam. Sebelumnya, sebagian pelaku pasar mengkhawatirkan penurunan menuju US$61.000 dapat memicu pelepasan posisi secara masif.

Kekhawatiran mengenai gelombang pelepasan posisi belum terlihat dalam data likuidasi terbaru. CoinGlass mencatat total likuidasi pasar kripto sekitar US$180 juta selama 24 jam, angka yang masih terbatas dibandingkan tekanan yang sempat dikhawatirkan.

Penguatan Meluas di Aset Kripto

Kenaikan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, melainkan juga pada sejumlah aset digital besar lainnya. Kapitalisasi pasar kripto global bertambah 1,76% dalam 24 jam hingga mencapai US$2,2 triliun, menurut laporan Investor Daily.

AsetHargaPerubahan 24 Jam
BitcoinUS$64.418Naik 2,7%
EthereumUS$1.910Naik 2,03%
Binance CoinUS$605Naik 0,68%

Ethereum naik 2,03% ke US$1.910, sedangkan Binance Coin menguat 0,68% ke US$605. Pergerakan ini menunjukkan sentimen positif menjangkau beberapa aset utama, meski perhatian tetap tertuju pada ketahanan Bitcoin.

Penguatan aset kripto berlangsung di tengah kecenderungan investor mencari perlindungan dari ketidakpastian global. Harga emas melampaui US$4.427 per ons troi ketika tekanan geopolitik membayangi pasar keuangan.

ByteTree mencatat arus dana ke ETF berbasis emas hampir US$12 miliar dalam 30 hari hingga 13 Agustus. Data tersebut memperlihatkan permintaan terhadap aset lindung nilai tetap kuat di tengah ketidakpastian yang belum mereda.

Pasar Menunggu Arah Berikutnya

Kenaikan Bitcoin di atas US$64.000 menghadirkan kontras dengan pelemahan saham AS dan penguatan emas. Kondisi itu menempatkan aset kripto di tengah dua kekuatan, yaitu minat beli yang meningkat dan risiko geopolitik yang masih berlangsung.

Pasar kini akan mencermati apakah harga dapat bertahan tanpa memicu perubahan tajam pada posisi long di derivatif. Perkembangan konflik AS-Iran, arah saham AS, serta besarnya aktivitas futures menjadi faktor yang dapat membentuk pergerakan berikutnya.

Baca Juga