Minyak Brent Menembus US$90, IHSG Menghadapi Ujian Penting di 6.325

IHSG memasuki perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, dengan perhatian besar pada area 6.325 setelah harga minyak Brent menembus US$90 per barel. Kenaikan harga energi dan lonjakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat berpotensi membatasi ruang penguatan indeks seusai libur HUT ke-81 RI.

Area 6.325 diproyeksikan menjadi support penting, sementara 6.465 ditempatkan sebagai resistance oleh Pilarmas Investindo Sekuritas. Rentang tersebut akan menjadi acuan pasar setelah IHSG mengakhiri perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, di level 6.401.

Tekanan Global Menjadi Perhatian Utama

Harga minyak dunia naik setelah Donald Trump menolak perpanjangan kesepakatan perdamaian sementara selama 60 hari dengan Iran. Perkembangan geopolitik itu mendorong minyak mentah WTI ke US$85,3 per barel dan Minyak Brent ke US$90,87 per barel.

Lonjakan harga energi memunculkan kekhawatiran atas potensi kenaikan inflasi serta suku bunga secara global. Kondisi ini dapat membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada instrumen saham maupun obligasi.

Tekanan juga datang dari pasar surat utang Amerika Serikat, ketika imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun mencapai 5,31 persen pada Senin, 17 Agustus 2026. Level tersebut disebut sebagai yang tertinggi dalam hampir 20 tahun terakhir.

Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya menjadi perhatian karena dapat menambah tantangan bagi pasar keuangan. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pergerakan IHSG dan pasar obligasi pada perdagangan berikutnya berpotensi berlangsung lebih sulit.

“Menghadapi hari ini, kemungkinan besar pergerakan IHSG dan pasar obligasi akan sedikit sulit, namun terkadang selalu ada saja kejutan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas. Pernyataan itu mencerminkan kondisi pasar yang masih menimbang dampak volatilitas energi dan obligasi global.

Level IHSG yang Dicermati Pasar

IHSG sebelumnya melonjak 100,1 poin atau 1,59 persen menjadi 6.401 pada penutupan 14 Agustus 2026. Sektor kesehatan menjadi penopang utama penguatan tersebut dengan kenaikan 3,09 persen.

IndikatorPosisiKeterangan
IHSG6.401Penutupan 14 Agustus 2026, naik 1,59 persen
Support IHSG6.325Proyeksi Pilarmas Investindo Sekuritas
Resistance IHSG6.465Proyeksi Pilarmas Investindo Sekuritas
Minyak BrentUS$90,87 per barelTerdorong tensi geopolitik global

Proyeksi Pilarmas menyebut koreksi yang terjadi masih berpotensi terbatas. Namun, kemampuan indeks untuk bertahan di sekitar 6.325 akan menjadi fokus jika sentimen eksternal kembali menekan perdagangan.

Resistance 6.465 juga penting karena menjadi batas atas pergerakan yang dipantau pasar. Pergerakan di antara dua level tersebut akan mencerminkan bagaimana pelaku pasar merespons risiko inflasi, harga minyak, dan kenaikan yield obligasi AS.

Target Investasi Memberi Penopang Domestik

Di tengah risiko global, pasar domestik mendapat sentimen pendukung dari kenaikan target investasi pemerintah pada 2027 menjadi Rp2.322 triliun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan target investasi 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.

Peningkatan target tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional dalam kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Investasi dipandang semakin diandalkan sebagai motor pertumbuhan, terutama melalui hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah.

Realisasi investasi pada semester I-2026 tercatat Rp300,1 triliun atau tumbuh 6,9 persen secara tahunan. Sektor mineral mendominasi capaian investasi tersebut.

Pilarmas menilai sektor mineral, kawasan industri, energi, infrastruktur, dan manufaktur berpotensi memperoleh dorongan dari arah kebijakan investasi itu. Faktor domestik ini menjadi penyeimbang ketika pasar menghadapi ketidakpastian dari perkembangan global.

Untuk perdagangan Selasa, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan SSIA, ITMG, dan ADRO sebagai pilihan perdagangan harian. Rekomendasi tersebut hadir saat pasar menyeimbangkan peluang investasi domestik dengan tekanan dari harga minyak dan obligasi global.

Baca Juga