AADI Melonjak 35,1%, Target Rp12.400 Menjaga Minat di Saham Batu Bara

Saham AADI telah menguat 35,1% sepanjang tahun berjalan hingga perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026. Di tengah kenaikan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas masih merekomendasikan beli dengan target harga Rp12.400.

Harga penutupan AADI pada hari itu berada di Rp9.425, setelah naik 4,1% dalam satu sesi. Kinerja mingguan saham ini juga bertambah 2,7%, sedangkan penguatan selama sebulan mencapai 12,5%.

Perhatian pasar terhadap AADI muncul ketika prospek harga batu bara pada semester II-2026 diperkirakan memasuki fase normalisasi. Namun, BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan harga komoditas tersebut tidak akan berlangsung tajam.

Target AADI dan ITMG Tetap Lebih Tinggi

Selain AADI, ITMG menjadi pilihan utama BRI Danareksa Sekuritas di sektor batu bara. Kedua emiten memperoleh rekomendasi beli dengan target harga yang masih berada di atas level perhatian pasar saat ini.

EmitenTarget HargaRekomendasi
AADIRp12.400Beli
ITMGRp34.000Beli

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta, melihat valuasi saham batu bara belum sepenuhnya mencerminkan fundamental emiten. Ketidakpastian kebijakan pasar dinilai masih memengaruhi penilaian investor terhadap sektor tersebut.

Erindra menekankan bahwa seleksi saham tetap menjadi faktor penting dalam kondisi pasar yang berubah. “Kami tetap menyukai emiten yang memiliki katalis spesifik perusahaan, dukungan dividen, dan ruang aman dari sisi valuasi,” ungkapnya.

Pasokan Tambahan Menjadi Risiko Semester II

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan pandangan overweight untuk sektor batu bara, meski pandangan taktis tiga bulannya diturunkan menjadi netral. Sikap itu mencerminkan adanya peluang pada saham tertentu, sekaligus risiko perubahan keseimbangan pasokan dan permintaan.

Tekanan harga batu bara diperkirakan dapat tertahan oleh percepatan pemenuhan kewajiban pasar domestik. Preferensi pembeli untuk menjaga persediaan juga menjadi faktor yang dinilai membatasi risiko penurunan harga secara tajam.

Di sisi lain, tambahan produksi berpotensi muncul pada paruh kedua 2026 melalui revisi naik rencana kerja dan anggaran biaya atau RKAB. Erindra dan Kafi menilai perubahan RKAB itu dapat membuka tambahan pasokan pada semester II-2026.

Kondisi tersebut membuat prospek sektor tidak hanya ditentukan oleh pergerakan harga batu bara. Investor juga akan mencermati kemampuan masing-masing emiten menjaga katalis internal, kebijakan dividen, serta ruang valuasi yang tersedia.

Level Jangka Pendek AADI

Untuk perdagangan jangka pendek, KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi beli untuk diperdagangkan pada AADI. Kisaran harga masuk ditempatkan pada Rp9.175 hingga Rp9.425, dengan target harian atau resistance di Rp9.575.

Area Rp9.175 dipandang sebagai support yang perlu diperhatikan pelaku pasar. KB Valbury Sekuritas mengingatkan investor untuk mewaspadai penembusan level tersebut dan menetapkan batas kerugian pada Rp8.775.

Rekomendasi jangka pendek itu berbeda horizon dengan target fundamental BRI Danareksa Sekuritas yang mencapai Rp12.400. Perbedaan tersebut menunjukkan AADI dipantau dari dua sisi, yakni pergerakan teknikal harian dan prospek valuasi dalam jangka lebih panjang.

Sementara itu, ITMG tetap diposisikan sebagai pilihan sektor dengan target Rp34.000. Pergerakan kedua saham akan bergantung pada perkembangan harga batu bara, realisasi pasokan, serta respons pasar terhadap kebijakan yang memengaruhi industri tersebut.

Baca Juga