IHSG Tertekan 1,59 Persen, Sentimen Investasi Membuka Peluang ke 6.450

IHSG berpeluang menguji area 6.450 hingga 6.480 pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2026, setelah tekanan tajam pada penutupan pekan sebelumnya. Peluang ini muncul saat pasar mencermati sentimen investasi domestik, kebijakan biodiesel, dan indikator teknikal yang mulai memberi sinyal positif.

Indeks Harga Saham Gabungan menutup perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, di posisi 6.401,89 atau turun 1,59 persen. Posisi tersebut menempatkan indeks sangat dekat dengan area pivot 6.400 yang menjadi acuan penting bagi arah pergerakan berikutnya.

Rentang 6.450 Menjadi Perhatian Pasar

Phintraco Sekuritas memproyeksikan indeks dapat bergerak menuju rentang 6.450 sampai 6.480. Proyeksi itu menandakan pasar masih memiliki ruang pemulihan, meski respons investor terhadap sentimen domestik akan menentukan keberlanjutan penguatan.

Dalam risetnya pada Selasa, 18 Agustus 2026, Phintraco Sekuritas menyatakan, “Dengan demikian, IHSG hari ini diperkirakan akan menguji level 6.450-6.480.” Area 6.450 menjadi resistance awal yang perlu ditembus agar indeks dapat melanjutkan penguatan ke batas atas proyeksi.

ParameterLevelKeterangan
Resistance6.450Target uji awal indeks
Pivot6.400Area acuan teknikal
Support6.350Area penopang pergerakan

Apabila indeks bertahan di atas pivot 6.400, perhatian pasar akan mengarah pada peluang pengujian resistance. Sebaliknya, support 6.350 menjadi area penopang yang perlu dicermati ketika tekanan jual kembali meningkat.

Dari sisi teknikal, Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area pivot. Histogram positif MACD juga mengalami pelebaran, yang menjadi salah satu indikator pendukung proyeksi penguatan indeks.

Investasi Menjadi Katalis bagi Sejumlah Sektor

Sentimen domestik terutama datang dari capaian investasi pada Semester I-2026 yang disampaikan dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto. Nilai investasi disebut telah mencapai Rp1.010 triliun dan dikaitkan dengan pembukaan 1,4 juta lapangan kerja baru.

Pertumbuhan ekonomi pada Semester I-2026 tercatat 5,45 persen secara tahunan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen secara tahunan pada akhir 2026.

Menurut Phintraco Sekuritas, peningkatan investasi berpotensi mendukung sektor perbankan, konsumsi, industri, dan konstruksi. Dampak positif tersebut dapat terjadi apabila arus investasi menciptakan efek berganda terhadap konsumsi masyarakat serta penyaluran kredit.

Sektor perbankan menjadi salah satu perhatian karena berkaitan dengan potensi pertumbuhan kredit dari aktivitas investasi. Sementara itu, sektor konsumsi, industri, dan konstruksi dapat memperoleh dukungan dari peningkatan kegiatan ekonomi yang menyertai realisasi investasi.

B50 dan Swasembada Pangan Menambah Sentimen

Pemerintah juga menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026 melalui program biodiesel B50. Kebijakan ini diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp170 triliun per tahun sekaligus meningkatkan permintaan minyak sawit mentah atau CPO di pasar domestik.

Kenaikan permintaan CPO memberi perhatian pada sektor perkebunan dalam pergerakan pasar. Selain itu, pengumuman swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit turut menjadi sentimen bagi rantai produksi pangan.

Sektor poultry, perkebunan, pupuk, dan pengolahan makanan dipandang berpotensi memperoleh sentimen positif dari perkembangan tersebut. Sektor-sektor itu berkaitan langsung dengan komoditas pangan dan pertanian yang disebut dalam pengumuman pemerintah.

Restrukturisasi BUMN juga menjadi bagian dari agenda ekonomi yang dipantau pasar. Pemerintah menargetkan jumlah entitas BUMN maksimal 300 pada akhir 2026, dengan estimasi penghematan biaya overhead hingga Rp50 triliun per tahun.

Dividen BUMN dari tahun buku 2026 diproyeksikan mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan penyertaan modal negara. Kebijakan itu melengkapi rangkaian sentimen domestik yang dapat memengaruhi persepsi investor terhadap prospek ekonomi dan pasar saham.

Saham Pilihan dalam Proyeksi Penguatan

Di tengah peluang pengujian resistance indeks, Phintraco Sekuritas memasukkan BMRI, BBNI, BBCA, TINS, dan MDKA dalam daftar saham yang direkomendasikan. Pilihan tersebut sejalan dengan sentimen pada sektor perbankan serta kebijakan yang berkaitan dengan investasi, konsumsi, industri, konstruksi, dan CPO.

Pergerakan saham-saham tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar saat perdagangan berlangsung. Investor juga perlu mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas pivot 6.400 sebelum menilai peluang menuju rentang 6.450 hingga 6.480.

Baca Juga