Samuel Sekuritas menaikkan target harga saham PT Telkom Indonesia Tbk atau TLKM menjadi Rp 3.300 dari sebelumnya Rp 2.900. Rekomendasi saham tersebut juga dinaikkan menjadi beli setelah Telkomsel memperoleh alokasi spektrum 5G terbesar dalam lelang.
Perubahan rekomendasi ini menempatkan prospek Telkomsel sebagai salah satu faktor utama dalam penilaian baru terhadap TLKM. Alokasi frekuensi tersebut dipandang dapat memperkuat peluang pertumbuhan perusahaan pada periode mendatang.
Valuasi Sektor Menjadi Dasar Penguatan Rekomendasi
Samuel Sekuritas turut mengubah pandangannya terhadap sektor telekomunikasi seluler Indonesia menjadi overweight, dari sebelumnya netral. Langkah ini didasarkan pada penilaian bahwa valuasi sektor telekomunikasi domestik masih menjadi yang paling murah di kawasan regional.
Menurut riset Samuel Sekuritas, valuasi telekomunikasi Indonesia berada sekitar 16% di bawah sektor telekomunikasi Filipina. Selisih tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi analis untuk melihat ruang penguatan pada saham-saham operator seluler.
TLKM ditutup naik 1,1% ke Rp 2.620 pada perdagangan Jumat sebelumnya, meski pergerakannya masih berfluktuasi dalam jangka pendek. Secara tahun berjalan, saham ini masih tercatat turun 24,7%.
Selain TLKM, Samuel Sekuritas juga mempertahankan perhatian pada PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk dan PT Indosat Tbk. Namun, alasan investasi serta rekomendasi yang diberikan untuk masing-masing emiten tidak sama.
| Emiten | Rekomendasi | Target Harga | Pertimbangan Utama |
|---|---|---|---|
| TLKM | Beli | Rp 3.300 | Prospek Telkomsel setelah alokasi spektrum 5G |
| EXCL | Tahan | Rp 2.700 | Pembenahan operasional dan struktur pascamerger |
| ISAT | Beli | Rp 2.500 | Strategi ringan aset dan potensi penjualan aset serat optik |
Rekomendasi beli untuk TLKM menonjol karena dikaitkan langsung dengan posisi Telkomsel dalam lelang frekuensi generasi kelima. Samuel Sekuritas menilai perolehan spektrum terbesar memberi dasar yang lebih baik bagi prospek anak usaha TLKM tersebut.
Area Perdagangan Jangka Pendek
Di sisi lain, KB Valbury Sekuritas memberikan panduan perdagangan yang lebih berfokus pada pergerakan harian saham TLKM. Untuk Selasa, 18 Agustus 2026, sekuritas tersebut merekomendasikan pembelian pada kisaran Rp 2.600 hingga Rp 2.620 dengan target Rp 2.680.
Level Rp 2.680 dipandang sebagai area resistance, sedangkan Rp 2.600 menjadi support yang perlu diperhatikan. Pelaku pasar diminta waspada apabila harga menembus level support tersebut, dengan batas kerugian pada Rp 2.520.
Data yang dilansir Investor Daily menunjukkan TLKM melemah 3,3% dalam sepekan terakhir. Meski demikian, saham tersebut masih membukukan kenaikan 4,3% dalam periode satu bulan sebelum perdagangan itu.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan adanya dua horizon dalam membaca saham TLKM. KB Valbury Sekuritas menitikberatkan level teknikal jangka pendek, sementara Samuel Sekuritas menggunakan prospek sektor dan Telkomsel sebagai dasar target harga yang lebih panjang.
EXCL dan ISAT Memiliki Pertimbangan Berbeda
Untuk EXCL, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi tahan dengan target harga Rp 2.700. Penilaian itu mempertimbangkan kebutuhan perusahaan untuk memperbaiki operasional dan struktur bisnis setelah merger.
Sementara itu, ISAT memperoleh rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.500. Samuel Sekuritas menilai strategi ringan aset serta potensi tambahan kontribusi Rp 1,17 triliun dari penjualan aset jaringan serat optik dapat mendukung kinerja Indosat.
Dengan demikian, penguatan pandangan terhadap sektor telekomunikasi tidak diterapkan secara seragam kepada seluruh emiten. Posisi spektrum 5G Telkomsel menjadi pembeda utama yang mendorong kenaikan target harga untuk saham TLKM.






