Mikel Arteta memasuki persaingan Liga Inggris dengan posisi yang unik. Setelah membawa Arsenal menjadi juara pada musim lalu, ia kini menjadi manajer paling senior di tengah pergantian besar pada kursi pelatih klub-klub rival.
Situasi tersebut tidak membuat Arteta ingin sekadar menjaga stabilitas yang telah dibangun. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan targetnya adalah menaikkan standar Arsenal dan mempertahankan ambisi di tengah persaingan yang berubah.
Arteta telah menangani Arsenal sejak Desember 2019. Pengalamannya di klub itu menjadi pembeda ketika sejumlah pesaing utama memulai periode baru bersama pelatih berbeda.
Peta Persaingan Berubah
Manchester City, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur akan menghadirkan pendekatan berbeda bagi Arsenal. Perubahan itu membuat persiapan pertandingan tidak hanya bergantung pada kualitas pemain lawan, melainkan juga gagasan taktik para manajer baru.
| Klub | Manajer | Keterangan |
|---|---|---|
| Manchester City | Enzo Maresca | Datang setelah meninggalkan Chelsea |
| Chelsea | Xabi Alonso | Mengisi posisi pelatih di Stamford Bridge |
| Liverpool | Andoni Iraola | Memulai periode baru bersama tim |
| Tottenham Hotspur | Roberto De Zerbi | Menjalani musim penuh pertama bersama klub |
Enzo Maresca meninggalkan Chelsea untuk menangani Manchester City. Chelsea kemudian menunjuk Xabi Alonso sebagai penggantinya di Stamford Bridge.
Liverpool mempercayakan tim kepada Andoni Iraola. Di sisi lain, Roberto De Zerbi bersiap menempuh musim penuh pertamanya sebagai pelatih Tottenham Hotspur.
Rangkaian perubahan itu berpotensi menambah variasi karakter pertandingan yang dihadapi Arsenal dari pekan ke pekan. Arteta menilai kualitas jajaran pelatih di kompetisi tersebut menuntut setiap tim melakukan persiapan secara matang.
Tekanan Menjadi Dorongan
Arteta menyambut hadirnya para pelatih baru sebagai tantangan yang positif. Menurutnya, persaingan dengan manajer berkualitas dapat membantu Arsenal dan staf pelatihnya terus berkembang.
“Ya, (persaingan) dengan beberapa manajer lain dan beberapa manajer baru yang masuk ke liga ini yang juga luar biasa,” kata Arteta, seperti dikutip ESPN. Ia melihat kompetisi tersebut dihuni pelatih-pelatih yang mampu memberikan ujian berbeda dalam setiap laga.
Arteta menekankan bahwa persiapan pertandingan di Liga Inggris tidak pernah sederhana. Setiap lawan dapat membawa karakter permainan yang berubah dari satu pekan ke pekan berikutnya.
“Kami tahu liga ini dipenuhi manajer-manajer hebat. Sangat menantang setiap pekan untuk mempersiapkan pertandingan melawan mereka,” ujar Arteta. Ia menilai tekanan kompetitif itu dapat meningkatkan level tim sekaligus kemampuannya sebagai pelatih.
Stabilitas Bukan Tujuan Akhir
Arsenal memiliki modal berupa performa yang konsisten dalam empat atau lima tahun terakhir. Namun, Arteta tidak memandang rekam jejak itu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki kualitas tim.
“Kami tahu posisi kami, dan posisi itu terkait dengan apa yang telah kami tunjukkan selama empat atau lima tahun terakhir dengan cara yang sangat konsisten,” kata Arteta. Ia menegaskan masih tersedia ruang bagi Arsenal untuk menjadi lebih baik.
Arteta juga menyadari para pesaingnya mempunyai kekuatan yang berbeda-beda. Sebagian klub ditopang rekam jejak gelar dalam 10 tahun terakhir, kualitas skuad, hingga dana besar di bursa transfer.
Bagi Arteta, fondasi yang sudah terbentuk harus menjadi titik awal untuk menaikkan tuntutan, bukan tempat untuk berpuas diri. “Saya tidak ingin sekadar stabil; saya ingin menjadi lebih baik dan lebih ambisius,” ujarnya.
Ambisi itu akan diuji saat Arsenal menghadapi persaingan dari Manchester City, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham. Kemampuan Arteta menjaga konsistensi sambil beradaptasi terhadap ide-ide baru para rival akan menjadi bagian penting dari perjalanan timnya.






