Arsenal mengawali musim 2026-2027 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City pada Community Shield 2026 di Cardiff, Minggu (16/8/2026). Meski telah mengangkat trofi pembuka musim, kapten Martin Odegaard menegaskan ambisi timnya tidak berhenti pada satu gelar.
Kemenangan tersebut menjadi pernyataan awal dari Arsenal setelah menjuarai Liga Inggris pada musim sebelumnya. The Gunners kini membidik keberhasilan lebih besar, termasuk mempertahankan titel liga dan mengejar trofi lain yang tersedia.
Rekrutan Baru Langsung Memberi Dampak
Penampilan dua pemain anyar ikut memperkuat kesan positif dari kemenangan Arsenal di Cardiff. Christos Tzolis mencatatkan dua assist, sedangkan Bruno Guimaraes menjalani debutnya sebagai starter.
Tzolis, yang didatangkan dari Club Brugge senilai 34 juta pound, mengirim umpan untuk gol Kai Havertz dan Odegaard. Guimaraes direkrut dari Newcastle dengan nilai 75 juta pound dan bermain hingga jeda sebelum digantikan Declan Rice.
| Pemain | Klub Asal | Kontribusi Melawan Manchester City |
|---|---|---|
| Christos Tzolis | Club Brugge | Dua assist untuk gol Kai Havertz dan Martin Odegaard |
| Bruno Guimaraes | Newcastle | Starter hingga jeda sebelum digantikan Declan Rice |
Odegaard menilai Guimaraes cepat menyatu dengan permainan Arsenal sejak tiba di klub. Menurutnya, gelandang Brasil itu memiliki ketenangan dalam menguasai permainan, merebut bola, menentukan keputusan, serta mengirim operan akurat.
“Sejak hari pertama dia datang, segalanya terasa begitu alami,” ujar Odegaard mengenai Guimaraes. Ia juga menganggap kehadiran Tzolis dan Guimaraes menambah pilihan penting bagi skuad Mikel Arteta sepanjang musim.
Tiga Gol Menjadi Fondasi Awal
Arsenal memastikan kemenangan tanpa balas melalui gol Riccardo Calafiori, Havertz, dan Odegaard. Efektivitas tersebut membuat Arsenal mampu mengatasi Manchester City yang diasuh Enzo Maresca dalam pertandingan perebutan Community Shield.
Hasil di Cardiff memberi fondasi positif sebelum kompetisi liga dimulai. Namun, Odegaard memandang laga itu sebagai langkah awal, bukan ukuran akhir dari kemampuan timnya musim ini.
Kepada The Guardian, Odegaard mengatakan Arsenal ingin memperlihatkan kualitas permainan mereka. “Kami ingin menunjukkan kualitas permainan kami,” kata pemain asal Norwegia tersebut.
Ia menekankan bahwa status juara Liga Inggris musim lalu justru mendorong Arsenal untuk menetapkan standar lebih tinggi. “Tentu saja, tahun lalu kami menjuarai liga. Namun, tahun ini kami menginginkan lebih,” ujar Odegaard.
Motivasi Setelah Musim yang Terganggu Cedera
Ambisi kolektif itu sejalan dengan target pribadi Odegaard setelah menjalani musim yang tidak mudah. Pemain berusia 27 tahun tersebut hanya menjadi starter dalam 16 pertandingan Liga Premier musim lalu akibat cedera.
Dalam periode itu, Odegaard hanya mencetak satu gol. Kondisi tersebut membuatnya ingin tampil lebih konsisten dan memberi kontribusi lebih besar melalui gol maupun assist.
“Melewatkan begitu banyak pertandingan musim lalu karena cedera sungguh membuat frustrasi,” kata Odegaard. Ia menjadikan pengalaman tersebut sebagai dorongan untuk tampil lebih kuat pada musim baru.
Arsenal selanjutnya akan memulai usaha mempertahankan gelar liga dengan menghadapi Coventry, tim promosi, pada Jumat malam. Pertandingan itu menjadi kesempatan pertama bagi Arsenal untuk membawa ambisi Odegaard dari pernyataan menuju persaingan musim penuh.






