Invasi Suporter Menghentikan Laga Juventus, Tim Utama Sudah Unggul 2-0

Juventus menutup laga internal pramusim melawan Juventus Next Gen dengan keunggulan 2-0, tetapi pertandingan di Allianz Stadium, Turin, tidak selesai secara normal. Pendukung memasuki lapangan saat jeda babak pertama sehingga laga pada Senin, 17 Agustus 2026, harus dihentikan.

Tim utama sudah membangun jarak dua gol sebelum penghentian tersebut. Francisco Conceicao membuka skor, lalu Weston McKennie menambah keunggulan untuk skuad senior.

Keunggulan Tim Utama Sebelum Jeda

Pertemuan tahunan antara tim senior dan tim pengembangan itu menjadi bagian dari persiapan Juventus menuju musim baru. Laga ini juga memberi ruang bagi Luciano Spalletti untuk menilai kesiapan pemain dalam situasi pertandingan di stadion utama klub.

PemainTimKontribusi
Francisco ConceicaoJuventusMencetak gol pertama
Weston McKennieJuventusMencetak gol kedua

Spalletti menerapkan formasi 4-2-3-1 untuk tim utama dalam pertandingan tersebut. Kenan Yildiz dan Randal Kolo Muani menjadi pilihan di lini depan Juventus.

Juventus Next Gen, yang ditangani Massimo Brambilla, memakai skema 3-4-2-1. Duel ini mempertemukan pemain berpengalaman dan skuad pengembangan dalam atmosfer kompetitif, meski akhirnya terputus pada jeda.

Elkann Mengikuti Laga dari Bangku Cadangan

John Elkann menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan bersama Spalletti, bukan dari tribun. Chief Exor sekaligus Chairman Stellantis itu menyebut kedekatannya dengan pelatih Juventus membuat pengalaman tersebut sulit dilewatkan.

“Saya memiliki hubungan yang kuat dengan [Luciano] Spalletti, dan saya tidak bisa menolak kesempatan untuk menonton pertandingan dari bangku cadangan bersamanya hari ini,” kata Elkann. Ia menilai posisi di tepi lapangan membuatnya dapat memahami cara Spalletti membaca permainan secara lebih langsung.

Elkann menyatakan pengalaman itu menyenangkan karena dapat mendengar pemikiran Spalletti sepanjang pertandingan. Kehadiran petinggi klub di dekat tim juga menegaskan perhatian Juventus terhadap proses persiapan setelah memasuki fase rekonstruksi.

Rekonstruksi dan Ambisi Kompetisi

Di tengah perubahan skuad, Juventus menargetkan kembali persaingan di kompetisi domestik dan Eropa. “Ambisi kami selalu untuk menang, baik di Serie A maupun di Eropa,” ujar Elkann.

Juventus sedang melakukan perombakan setelah gagal menembus kualifikasi Liga Champions dan harus bermain di Liga Europa. Elkann menilai masa transisi itu merupakan bagian dari siklus yang pernah dialami klub sepanjang sejarahnya.

“Kami telah melewati berbagai siklus dalam sejarah klub kami, dan di antara satu siklus dengan siklus lainnya selalu ada rekonstruksi, dan kami sedang sibuk mengerjakan hal itu sekarang,” kata Elkann. Menurutnya, seluruh elemen klub memiliki tekad untuk mengembalikan Juventus ke posisi teratas.

Perubahan itu tidak hanya menyentuh pemain dan jajaran kepelatihan. Juventus mendatangkan Giovanni Carnevali dari Sassuolo sebagai direktur olahraga baru, merekrut Lucumì, serta mendekati Vicario.

Elkann memandang Carnevali sesuai dengan kebutuhan Juventus pada masa transisi. “Kemampuan, dorongan, dan semangat [Giovanni] Carnevali untuk membawa Juventus kembali ke tempat yang layak selaras sempurna dengan identitas klub ini,” ucapnya.

Manajemen ingin memperkuat tim tanpa meninggalkan identitas sepak bola Italia yang menjadi karakter klub. Elkann menekankan Juventus harus kembali menang untuk meraih hasil yang lebih penting di Italia maupun Eropa.

Laga melawan Juventus Next Gen turut disiarkan melalui Sky Sport Calcio, Dazn, dan layanan streaming resmi klub. Meski berhenti pada jeda babak pertama, skor 2-0 tetap menjadi catatan awal bagi Juventus dalam persiapan menghadapi musim yang dinilai sangat krusial.

Baca Juga