Penalti Sampdoria Gagal, Cremonese dan Palermo Menang 2-0 di Coppa Italia

Cremonese dan Palermo sama-sama memastikan kelolosan di Coppa Italia setelah meraih kemenangan identik 2-0 pada babak 32 besar, Senin (17/8/2026). Hasil tersebut sekaligus menghentikan perjalanan Sampdoria dan Lecce lebih awal di ajang piala.

Kemenangan Cremonese terasa penting karena Sampdoria sempat memperoleh peluang besar untuk mengubah arah pertandingan lewat titik penalti pada babak kedua. Salvatore Esposito gagal memanfaatkan kesempatan itu, sebelum Berti mengunci kemenangan Cremonese pada penghujung laga.

Penalti Gagal Mengubah Laga Cremonese

Cremonese menghadapi Sampdoria di Stadion Marco Druso, Bolzano, dengan target menjaga kendali hingga peluit akhir. Tim tersebut lebih dulu mendapat keunggulan melalui Stuckler pada pertengahan babak pertama.

Gol Stuckler memberi Cremonese modal untuk menjalani sisa pertandingan dengan lebih tenang. Namun, Sampdoria masih memiliki kesempatan untuk memangkas jarak ketika memperoleh penalti setelah jeda.

Esposito maju sebagai eksekutor, tetapi peluang tersebut tidak berbuah gol. Kegagalan itu membuat Sampdoria kehilangan momentum untuk meningkatkan tekanan terhadap pertahanan Cremonese.

Saat pertandingan memasuki fase akhir, Berti mencetak gol kedua bagi Cremonese. Gol itu memastikan skor 2-0 tetap bertahan dan mengakhiri harapan Sampdoria untuk melanjutkan langkah di kompetisi.

Kelolosan tersebut membawa Cremonese ke fase berikutnya, tempat Parma telah menanti sebagai lawan. Cremonese membangun kemenangan melalui keunggulan pada babak pertama, ketahanan menghadapi peluang lawan, lalu penyelesaian pada akhir pertandingan.

PertandinganSkorLokasiPencetak Gol
Palermo vs Lecce2-0Stadion Renzo BarberaVavassori, Pohjanpalo
Cremonese vs Sampdoria2-0Stadion Marco Druso, BolzanoStuckler, Berti

Palermo Menekan Lecce Sejak Awal

Di Stadion Renzo Barbera, Palermo tampil meyakinkan di hadapan sekitar 33 ribu pendukung ketika menjamu Lecce. Tim asuhan Pippo Inzaghi disebut mendominasi permainan sejak menit-menit awal.

Tekanan tuan rumah menghasilkan gol pembuka pada menit ke-15 melalui Vavassori. Pemain baru tersebut memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti untuk membawa Palermo unggul lebih dahulu.

Keunggulan itu memberi Palermo ruang untuk mengatur ritme permainan melawan Lecce. Lecce kemudian kesulitan menemukan respons untuk mengejar ketertinggalan sepanjang sisa babak pertama.

Palermo menambah gol pada menit ke-42 melalui Pohjanpalo. Ia menyelesaikan umpan Johnsen dalam serangan yang bermula dari lemparan ke dalam cepat oleh Augello.

Dua gol sebelum turun minum membuat Palermo menutup pertandingan tanpa kebobolan. Lecce tidak mampu membalas, sehingga skor 2-0 mengantar Palermo ke babak berikutnya.

Dua Jalan Berbeda Menuju Kelolosan

Palermo dan Cremonese meraih hasil yang sama, tetapi jalannya pertandingan menunjukkan gambaran berbeda. Palermo membangun kemenangan lewat tekanan awal dan dua gol pada babak pertama, sedangkan Cremonese harus melewati ancaman penalti sebelum memastikan hasil pada akhir laga.

Kedua tim juga memperlihatkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang yang tersedia. Palermo dan Cremonese mencetak masing-masing dua gol tanpa memberi kesempatan lawan mencetak gol balasan.

Bagi Lecce dan Sampdoria, kekalahan ini berarti berakhirnya perjalanan pada babak 32 besar. Sementara itu, Cremonese sudah memiliki kepastian lawan berikutnya, yakni Parma, sedangkan Palermo melanjutkan langkahnya setelah kemenangan kuat di Renzo Barbera.

Baca Juga