Trevoh Chalobah memutuskan meninggalkan Chelsea dan memulai babak baru bersama Como 1907. Keputusan bek tengah Inggris itu menguat setelah mendapat penjelasan langsung dari Cesc Fabregas mengenai proyek klub serta peran yang disiapkan untuknya.
Fabregas menjadi faktor penting di balik pilihan Chalobah, meski kepindahan tersebut bukan keputusan yang dibuat secara singkat. Sang pemain melihat kesempatan untuk menyumbangkan pengalaman, kekuatan fisik, dan kepemimpinan dalam ambisi Como di Italia.
Penjelasan Fabregas Mengubah Pertimbangan Chalobah
Chalobah telah mengenal Fabregas sejak mantan gelandang Spanyol itu masih bermain di London hingga 2019. Kedekatan tersebut membuatnya memahami karakter pelatih Como yang dikenal menuntut para pemain muda.
Menurut Chalobah, sikap tegas itu justru memberinya gambaran mengenai standar yang akan diterapkan dalam tim. Ia mengingat cara Fabregas menuntut pemain muda sebagai bagian dari pengenalannya terhadap pelatih tersebut.
“Saya ingat betapa menuntutnya dia terhadap pemain-pemain muda. Jadi ya, saya sangat mengenalnya,” kata Chalobah, dikutip BBC Sport.
Pembicaraan mereka kemudian tidak hanya membahas peluang bermain, melainkan juga arah perkembangan klub. Fabregas menjelaskan bagaimana ia memandang skuad, tujuan Como, serta posisi yang dapat diisi Chalobah dalam rencananya.
“Dia berperan sangat besar. Dia menjelaskan apa yang dia inginkan, bagaimana dia melihat klub ini dan bagaimana dia melihat saya cocok di klub ini,” ujar Chalobah.
Tantangan Baru Setelah Perjalanan Panjang di Chelsea
Kepergian Chalobah menutup perjalanan panjangnya di Chelsea, klub yang telah menjadi tempatnya berkembang sejak masuk akademi pada 2007. Namun, kariernya di tim utama tidak selalu berjalan stabil karena ia beberapa kali keluar masuk rencana skuad di bawah pelatih berbeda.
Situasi itu berlanjut ketika Enzo Maresca secara terbuka tidak lagi memasukkannya dalam proyeksi tim. Chalobah sempat menjalani masa peminjaman di Crystal Palace sebelum akhirnya kembali ke Chelsea.
Rangkaian pengalaman tersebut membentuk ketahanan Chalobah dalam menghadapi perubahan karier. Ia menilai kesulitan di sepak bola maupun kehidupan kerap datang dari hal-hal yang tidak dapat dikendalikan pemain.
“Itulah salah satu kelebihan dan kemampuan saya, yaitu bangkit kembali dari kesulitan dan tidak membiarkan apa pun memengaruhi saya,” tegas Chalobah. Sikap itu menjadi modalnya untuk menerima tantangan di kompetisi Italia bersama Como 1907.
Como Menang dalam Persaingan Mendapatkan Sang Bek
Como mendatangkan Chalobah dengan biaya yang dilaporkan mencapai 30 juta euro, ditambah sejumlah bonus. Nilai tersebut mencerminkan keyakinan klub terhadap peran pemain berusia matang itu dalam proyek jangka panjang mereka.
Inter Milan, yang disebut sebagai juara bertahan Serie A dan Coppa Italia, juga sempat dikabarkan berminat kepada Chalobah. Namun, penjelasan Fabregas dan keyakinan terhadap arah klub membuat Como menjadi pilihan sang bek.
Bagi Chalobah, kepindahan ini lahir dari pertimbangan yang panjang dan sulit. “Ini bukan keputusan yang diambil dalam semalam, ini adalah keputusan yang sangat matang dan sulit,” katanya.
Ia ingin menjadi bagian dari kisah yang sedang dibangun Como, bukan sekadar mencari tujuan baru setelah Chelsea. Proyek klub yang dijelaskan Fabregas memberinya alasan untuk mengambil peran berbeda dalam fase berikutnya dari kariernya.
Panggilan Timnas Inggris Menambah Arti Musim Ini
Musim panas ini juga menjadi periode penting bagi Chalobah di level internasional bersama timnas Inggris pada Piala Dunia 2026. Ia menerima panggilan susulan setelah sebelumnya tidak masuk daftar awal 26 pemain pilihan Thomas Tuchel.
Tuchel memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan Chalobah karena pernah memberinya kesempatan debut di Chelsea. Pelatih yang sama kemudian memanggilnya pada tahap akhir untuk bergabung dengan skuad Piala Dunia.
“Kisah ini sudah tertulis sebelum saya lahir. Dialah yang memberi saya kesempatan debut di Chelsea dan dialah manajer yang sama yang memanggil saya untuk Piala Dunia di menit-menit terakhir,” ujar Chalobah.
Dengan peluang baru di Como dan kepercayaan dari timnas Inggris, Chalobah memasuki fase penting dalam kariernya. Peran Fabregas kini akan menjadi salah satu penentu dalam upayanya membangun kembali pijakan di sepak bola Italia.






