Perpaduan warna putih dan marun menjadi kekuatan utama penampilan Wulan Guritno saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kontras tersebut menghadirkan nuansa merah putih secara halus tanpa meninggalkan karakter busana tradisional.
Wulan mengenakan kebaya putih dengan kain batik merah tua sebagai bawahan dalam acara di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (17/8/2026). Potret penampilannya yang dibagikan melalui media sosial memperlihatkan susunan busana klasik dengan detail dekoratif yang menonjol.
Komposisi Warna dan Detail Busana
Kebaya Putih yang dikenakan Wulan menjadi pusat perhatian melalui bordir pada bagian depan, lengan, serta pinggang. Material transparan di sejumlah bagian membuat motif bordir tersebut terlihat lebih tegas.
Potongan kebaya mengikuti siluet tubuh sehingga menghasilkan tampilan yang rapi dan formal. Kerah tinggi dengan ornamen bermotif turut menguatkan kesan klasik pada busana tersebut.
| Elemen | Detail | Kesan |
|---|---|---|
| Kebaya | Putih, berbordir, dan berkerah tinggi | Klasik dan elegan |
| Kain batik | Marun dengan motif floral dan burung | Tradisional dan dekoratif |
| Selendang | Memakai motif kain yang serupa | Memberi aksen visual |
| Rambut dan aksesori | Sanggul, bunga malati, anting, dan aksesori kebaya | Feminin dan berkilau |
Kain Marun Membawa Aksen Merah
Untuk bawahan, Wulan memilih Batik Merah tua atau marun yang dihiasi motif floral dan burung. Kehadiran motif tersebut membuat paduan busana tradisional ini terlihat lebih hidup.
Warna marun pada kain menciptakan kontras kuat terhadap warna putih pada kebaya. Kombinasi itu membentuk interpretasi merah putih yang selaras dengan suasana peringatan kemerdekaan.
Motif kain yang sama kembali digunakan pada selendang yang disampirkan dari bahu menuju bagian depan tubuh. Penggunaan selendang menambah lapisan visual sekaligus menjaga aksen merah tetap terlihat tanpa menutupi detail kebaya.
Penataan tersebut membuat motif floral hadir pada dua area berbeda dalam satu tampilan. Komposisinya memberi keseimbangan antara kain bermotif yang kuat dan atasan putih yang lebih bersih.
Sanggul Klasik dan Hiasan Malati
Rambut Wulan Guritno ditata dalam sanggul klasik dengan arah sisiran rapi ke belakang. Gaya ini membuat wajah serta bentuk kerah kebaya tampak lebih jelas.
Sanggul tersebut dilengkapi bunga malati yang mempertegas unsur tradisional pada penampilannya. Hiasan bunga itu menyatu dengan motif dekoratif pada batik dan bordir kebaya.
Riasan wajah Wulan mengusung gaya klasik dengan lipstik merah yang senada dengan warna kain. Pilihan tersebut menyatukan aksen merah pada busana dengan tampilan wajah yang feminin.
Menurut lifestyle.kompas.com, Wulan melengkapi penampilannya dengan perhiasan dari EPA Jewel. Anting serta aksesori di bagian depan kebaya memberi efek berkilau dalam porsi yang tetap seimbang.
Busana Rancangan Didi Budiardjo
Busana yang dikenakan Wulan dirancang oleh Didi Budiardjo. Penataan gayanya dikerjakan oleh Hagai Pakan dan Julian Jaa.
Pilihan kebaya putih, kain batik marun, selendang, sanggul, hingga bunga malati membentuk tampilan formal yang berakar pada tradisi. Keseluruhan elemen itu sesuai dengan suasana upacara kenegaraan yang berlangsung dalam peringatan hari kemerdekaan.






