Coppa Italia langsung mempertemukan dua tim yang sedang membangun ulang identitasnya. Cremonese dan Sampdoria akan memainkan ujian kompetitif pertama musim ini di lokasi netral, dengan Parma sudah menunggu pemenangnya pada putaran berikutnya.
Laga babak pertama itu dijadwalkan berlangsung di Stadio Druso, Bolzano, Selasa (18/8/2026) pukul 01.45 WIB. Pertandingan dipindahkan dari Stadion Zini karena kondisi lapangan yang buruk serta cuaca panas.
Pemindahan venue membuat Cremonese kehilangan keuntungan tampil di kandang sendiri. Namun, I Grigiorossi datang dengan modal statistik yang cukup meyakinkan setelah tidak terkalahkan dalam empat pertemuan terakhir melawan Sampdoria.
Catatan lebih panjang sejak 2017 menunjukkan persaingan kedua klub berjalan relatif seimbang. Dari tujuh pertemuan, Cremonese dan Sampdoria masing-masing meraih dua kemenangan, sementara tiga laga lainnya berakhir imbang.
Perombakan di Dua Ruang Ganti
Cremonese tetap mempercayakan posisi pelatih kepada Marco Giampaolo meski klub menutup Serie A di peringkat ke-18 dan terdegradasi. Menjelang musim baru, skuadnya diperkuat Jamie Vardy, Salvatore Elia, serta Alessandro Vogliacco.
Giampaolo ingin membentuk karakter permainan yang tegas sejak awal. “Kami ingin membangun identitas permainan yang kuat sekaligus memberi ruang bagi pemain muda,” kata Giampaolo.
Penguasaan bola dan sirkulasi cepat menjadi dasar pendekatan yang ingin diterapkan Cremonese. Di lini depan, David Stuckler diperkirakan akan berduet dengan Federico Bonazzoli.
Sampdoria juga memulai babak baru setelah Bernardo Corradi ditunjuk menggantikan Andrea Pirlo. Pilihan pemainnya bertambah dengan kedatangan Lorenzo Insigne, Danel Sinani, dan Yari Verschaeren.
| Tim | Pelatih | Pemain Baru yang Disebut |
|---|---|---|
| Cremonese | Marco Giampaolo | Jamie Vardy, Salvatore Elia, Alessandro Vogliacco |
| Sampdoria | Bernardo Corradi | Lorenzo Insigne, Danel Sinani, Yari Verschaeren |
Pendekatan Berbeda di Laga Pertama
Perbedaan paling jelas berada pada cara kedua pelatih menyiapkan permainan. Cremonese ingin mengendalikan ritme melalui penguasaan bola, sedangkan Sampdoria mengandalkan pendekatan yang lebih pragmatis dan serangan cepat.
Corradi menilai tambahan pengalaman serta kreativitas dapat membantu timnya berkembang. “Kombinasi pengalaman dan kreativitas pemain baru akan membawa tim ini ke level yang lebih tinggi,” ujar Corradi.
Rencana Sampdoria untuk bermain cepat juga dibayangi keterbatasan pemain. Sejumlah nama dipastikan tidak tersedia akibat cedera, sehingga pilihan Corradi dalam menyusun tim menjadi lebih sempit.
| Tim | Pemain Absen | Alasan |
|---|---|---|
| Sampdoria | Peter Vindahl, Oliver Abildgaard | Cedera |
| Sampdoria | Tjas Begic, Nikola Sekulov | Cedera |
Absennya Peter Vindahl, Oliver Abildgaard, Tjas Begic, dan Nikola Sekulov menjadi persoalan awal bagi Sampdoria. Situasi tersebut membuat kualitas kedalaman skuad mereka langsung diuji dalam pertandingan sistem gugur.
Bagi Cremonese, duel di Bolzano menjadi kesempatan menunjukkan bahwa perekrutan pemain baru dapat segera menyatu dengan gagasan Giampaolo. Bagi Sampdoria, pertandingan ini menjadi ukuran awal efektivitas perpaduan pemain berpengalaman dan kreatif di bawah Corradi.
Hasil pertandingan tidak hanya menentukan tiket menghadapi Parma. Duel di Stadio Druso juga akan memperlihatkan seberapa cepat perubahan besar di Cremonese dan Sampdoria dapat bekerja dalam tekanan laga resmi.






