PKS Jatim Ingatkan Kritik Kekuasaan Tak Boleh Berujung Anarki saat HUT RI

DPW PKS Jawa Timur menegaskan bahwa kritik terhadap kekuasaan merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, tetapi tidak boleh disampaikan melalui tindakan anarki. Pesan itu disampaikan Ketua DPW PKS Jawa Timur Bagus Prasetia Lelana saat upacara HUT RI ke-81 di Surabaya.

Bagus meminta masyarakat tetap mengawasi jalannya pemerintahan agar kekuasaan digunakan untuk kepentingan rakyat. Namun, pengawasan tersebut menurutnya harus dilakukan secara konstruktif dan bermartabat.

“Awasi dan beri kritik pada kekuasaan secara konstruktif dan bermartabat, tidak dengan cara anarki,” ujar Bagus dalam pidatonya. Ia menempatkan kritik publik sebagai unsur yang diperlukan untuk menjaga arah pemerintahan dalam demokrasi.

Kesetiaan pada Dasar Negara

Pesan mengenai kritik tersebut disampaikan bersamaan dengan penegasan kesetiaan kader PKS Jawa Timur kepada fondasi negara. Bagus menyatakan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan harus tetap berpijak pada Pancasila, konstitusi, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, pengisian kemerdekaan tidak cukup dilakukan dengan mengenang perjuangan para pendahulu bangsa. Kader juga diminta membangun karakter bangsa melalui tiga nilai, yakni siaga, berani, dan setia.

Sikap siaga dimaknai sebagai kesiapan menghadapi perubahan, ancaman, serta berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. Nilai itu juga mencakup kesiapan untuk hadir ketika rakyat membutuhkan bantuan.

Adapun keberanian dipandang sebagai sikap untuk membela kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan mengambil tanggung jawab bagi kemajuan Indonesia. Bagus menekankan bahwa keberanian tidak boleh terlepas dari kesetiaan terhadap cita-cita para pendiri bangsa.

“Kita harus setia kepada Pancasila dan konstitusi. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, setia kepada cita-cita pendiri bangsa dan setia dalam pengabdian kepada rakyat,” tegasnya.

Palestina dalam Pesan Kemerdekaan

Dalam upacara tersebut, Bagus juga mengaitkan makna kemerdekaan Indonesia dengan perjuangan rakyat Palestina. Ia mengingatkan bahwa Pembukaan UUD 1945 menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Menurut Bagus, Palestina termasuk bangsa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia, tetapi masih menghadapi penderitaan akibat konflik dan pendudukan. Karena itu, ia mendorong parlemen dan seluruh komponen bangsa Indonesia menyuarakan perjuangan kemerdekaan Palestina secara lebih tegas.

Ia turut mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk belajar di Indonesia. Langkah tersebut disebut sejalan dengan semangat Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Rangkaian Agenda Menjelang Upacara

Upacara HUT RI ke-81 berlangsung di kantor DPW PKS Jawa Timur, Surabaya, pada Senin, 17 Agustus 2026. Bagus bertindak sebagai pembina upacara dalam kegiatan tersebut.

Sebelum upacara, PKS Jawa Timur menggelar kegiatan yang melibatkan kader perempuan serta jajaran pengurus partai. Agenda itu mencakup pelatihan kesiapsiagaan dan ziarah ke makam Proklamator Soekarno di Blitar.

AgendaWaktuLokasi
Latihan Perempuan Siaga (Latansa) L1Ahad, 9 Agustus 2026Kawasan Coban Rondo, Kabupaten Malang
Ziarah makam Bung Karno dan kunjungan Istana GebangJumat, 14 Agustus 2026Blitar
Upacara HUT RI ke-81Senin, 17 Agustus 2026Kantor DPW PKS Jawa Timur, Surabaya

Latansa L1 di kawasan Coban Rondo diikuti kader perempuan PKS dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kesiapsiagaan, kebugaran, dan ketangguhan kader dalam menghadapi tantangan, termasuk potensi bencana.

Ziarah ke makam Bung Karno dilakukan Bagus bersama Sekretaris DPW PKS Jatim Muhamad Syadid, Wakil Sekretaris Bustanul Arifin, serta pengurus DPD PKS Kabupaten Blitar. Kegiatan itu dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus penghormatan kepada Proklamator dan para pejuang bangsa.

Bagus mengajak kader mengisi kemerdekaan melalui kejujuran, keberanian, kecintaan kepada tanah air, serta pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Ia juga menekankan pentingnya demokrasi yang tidak merenggut kebebasan berekspresi dan tetap berlandaskan Pancasila dan Konstitusi.

Baca Juga