Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Pengangguran Lulusan SMK Masih 10,9 Persen

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan II 2026 mencapai 5,73 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama. Namun, capaian itu masih dibayangi pengangguran lulusan SMK yang berada pada angka 10,9 persen.

PKS Jawa Barat menilai pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan. Catatan tersebut disampaikan di tengah apresiasi terhadap sejumlah perkembangan pembangunan di Jawa Barat.

Indikator Pembangunan dan Tantangan Pemerataan

Ketua DPW PKS Jawa Barat Iwan Suryawan atau Abah Iwan menyoroti sejumlah indikator yang menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat tercatat 75,90, sedangkan Harapan Lama Sekolah mencapai 13,02 tahun.

IndikatorAngkaKeterangan
Pertumbuhan ekonomi5,73 persenTriwulan II 2026
Indeks Pembangunan Manusia75,90Jawa Barat
Harapan Lama Sekolah13,02 tahunJawa Barat
Tingkat kemiskinan6,54 persenTantangan pembangunan
Gini ratio0,413Tantangan pemerataan

Tingkat kemiskinan Jawa Barat masih berada di angka 6,54 persen dan gini ratio mencapai 0,413. Kedua angka itu menjadi perhatian karena pertumbuhan ekonomi belum otomatis menghapus kesenjangan kesejahteraan.

Tekanan terhadap lingkungan hidup juga disebut perlu ditangani bersamaan dengan agenda pembangunan. Urbanisasi dan eksploitasi sumber daya alam menjadi dua persoalan yang dinilai menuntut perhatian serius.

Abah Iwan menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Menurutnya, perbaikan konektivitas antarwilayah melalui program Jabar Istimewa Jalan Leucir turut menjadi bagian dari upaya membangun Jawa Barat.

“PKS Jawa Barat mengapresiasi berbagai prestasi pembangunan Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Kang Dedi Mulyadi,” tegas Abah Iwan. Ia berharap capaian tersebut dapat memperkuat posisi Jawa Barat di tingkat nasional.

Duka Gempa NTT di Tengah Peringatan Kemerdekaan

Catatan tentang pembangunan itu disampaikan dalam upacara pengibaran Merah Putih pada Senin, 17 Agustus 2026. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bandung berlangsung ketika duka gempa NTT masih dirasakan.

Gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terjadi dua hari sebelum peringatan kemerdekaan. Musibah tersebut dilaporkan menewaskan puluhan orang dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.

Dalam amanat upacara, Abah Iwan menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana. Upacara itu diikuti pengurus, kader, dan anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, dengan Abah Iwan bertindak sebagai pembina upacara.

Ia menyatakan struktur partai, kader, dan relawan telah diminta bergerak membantu warga terdampak. Instruksi tersebut disebut datang dari Presiden PKS sejak awal bencana terjadi.

“Sejak awal terjadinya bencana, Presiden PKS telah menginstruksikan kepada struktur, kader, dan relawan, khususnya Satgas Bencana PKS untuk sigap turun membantu para korban bencana,” ujar Abah Iwan. PKS disebut telah menerjunkan bantuan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak di lapangan.

Pelayanan Publik dan Ketahanan Keluarga

PKS Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk turut mendukung penanganan warga terdampak gempa NTT. Dalam laporan rri.co.id, arah pelayanan tersebut dikaitkan dengan amanat Musyawarah Nasional PKS 2025.

Amanat itu menitikberatkan pada Kader dan Kaderisasi atau K2 serta Pelayanan Publik dan Pemenangan Pemilu atau P2. PKS Jawa Barat menekankan perlunya kader dan pejabat publik tetap hadir mendampingi masyarakat dalam situasi bencana maupun persoalan sehari-hari.

Abah Iwan juga mengajak kader dan pejabat publik memperkuat ketahanan keluarga serta menjaga integritas. Ajakan itu ditempatkan sebagai bagian dari komitmen untuk merespons kebutuhan warga di tengah capaian dan beban pembangunan Jawa Barat.

Baca Juga