PT Freeport Indonesia memproyeksikan kontribusinya kepada negara dapat melampaui Rp100 triliun setiap tahun apabila kapasitas produksi kembali mencapai 100 persen. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi kontribusi perusahaan sepanjang 2025 yang tercatat sebesar Rp75 triliun.
Pemulihan produksi menjadi penentu utama bagi kenaikan kontribusi itu. Perusahaan juga menyebut peningkatan kapasitas akan berdampak pada penerimaan pemerintah pusat dan daerah di sekitar wilayah operasi.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Kontribusi kepada negara sepanjang 2025 | Rp75 triliun | Realisasi yang disampaikan perusahaan |
| Proyeksi saat produksi 100 persen | Lebih dari Rp100 triliun per tahun | Bergantung pada pemulihan kapasitas penuh |
| Bagian untuk pemerintah daerah Papua Tengah | Sekitar Rp13 triliun | Untuk Mimika, Papua Tengah, dan kabupaten lain |
Dampak bagi Pemerintah Daerah
Dari total kontribusi yang disampaikan perusahaan, sekitar Rp13 triliun menjadi bagian pemerintah daerah. Dana itu diterima Pemerintah Kabupaten Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta kabupaten lain di Papua Tengah.
Angka tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari aktivitas PT Freeport Indonesia tidak hanya mengarah ke tingkat nasional. Daerah tempat perusahaan beroperasi juga menjadi penerima bagian dari total kontribusi yang telah disalurkan.
Bagian untuk pemerintah daerah itu termasuk dalam kontribusi Rp75 triliun sepanjang 2025. Perusahaan menempatkan angka tersebut sebagai salah satu bentuk manfaat bagi negara dan masyarakat di wilayah operasinya.
Target Produksi Menjadi Penentu
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyatakan capaian produksi 100 persen akan menjadi faktor utama di balik kenaikan kontribusi tahunan. Perusahaan saat ini terus mendorong peningkatan kapasitas menuju tingkat produksi penuh.
Menurut Tony, proyeksi lebih dari Rp100 triliun belum merupakan angka yang otomatis tercapai. Nilai tersebut bergantung pada keberhasilan perusahaan memulihkan kapasitas produksi hingga kembali berada pada level maksimal.
“Dan saat nantinya kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, maka kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari 100 triliun setiap tahunnya,” ujar Tony. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Mimika, Papua, Senin (17/8).
CNN Indonesia melaporkan, Tony menilai kontribusi tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberi manfaat bagi negara dan masyarakat. Komitmen itu disebut tetap dijalankan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan.
Selisih dengan Realisasi 2025
Realisasi Rp75 triliun sepanjang 2025 menjadi gambaran posisi kontribusi perusahaan sebelum kapasitas produksi pulih sepenuhnya. Jika target produksi 100 persen tercapai, kontribusi tahunan yang diproyeksikan akan meningkat lebih dari Rp25 triliun dibandingkan angka tersebut.
Perbandingan itu memperlihatkan besarnya pengaruh tingkat produksi terhadap kontribusi PT Freeport Indonesia kepada negara. Namun, perusahaan belum menjelaskan tahapan maupun waktu pencapaian kapasitas produksi penuh.
Fokus perusahaan saat ini adalah meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 100 persen. Keberhasilan proses itu akan menentukan realisasi proyeksi kontribusi lebih dari Rp100 triliun per tahun bagi negara dan daerah operasi.
Bagi Papua Tengah, proyeksi peningkatan produksi juga penting karena sebagian kontribusi perusahaan dialokasikan kepada pemerintah daerah. Mimika dan kabupaten lain di wilayah tersebut disebut menerima bagian dari total kontribusi yang disalurkan perusahaan.






