Pasokan listrik di Flores kini memiliki daya mampu 111 MW, melampaui kebutuhan listrik saat ini yang berada di kisaran 95 MW. Kapasitas tersebut juga lebih tinggi daripada beban normal Flores yang tercatat sekitar 105 MW.
Kondisi pasokan itu tercapai setelah 11 gardu induk yang terdampak gempa M7,7 kembali beroperasi penuh dalam waktu kurang dari 12 jam. Pemulihan gardu induk menjadi penopang utama layanan kelistrikan ketika penanganan dampak gempa masih berlangsung.
Fasilitas Vital Didahulukan
PLN Flores memprioritaskan aliran listrik ke fasilitas publik yang berperan penting dalam situasi darurat. Rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, dan lokasi pengungsian warga menjadi titik yang didahulukan.
Penanganan di lapangan dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperlancar mobilisasi petugas serta mempercepat pemulihan di kawasan terdampak.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kapasitas pembangkitan yang tersedia cukup untuk melayani pelanggan. “Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW,” kata Darmawan.
| Indikator | Kondisi | Keterangan |
|---|---|---|
| Daya mampu pasok | 111 MW | Kapasitas pembangkitan di Flores |
| Beban saat ini | 95 MW | Kebutuhan listrik pascagempa |
| Beban normal | 105 MW | Kebutuhan listrik dalam kondisi normal |
| Gardu induk terdampak | 11 gardu induk | Seluruhnya pulih 100 persen |
Satu Penyulang Masih Terganggu
Di tengah pulihnya sistem utama, masih terdapat satu penyulang distribusi yang belum kembali beroperasi. Gangguan pada jaringan tersebut dipicu longsor dan robohnya sejumlah tiang listrik.
Gempa M7,7 di Flores terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, dan turut mengganggu sebagian jaringan distribusi. PLN mengerahkan personel untuk memperbaiki jaringan serta mengganti tiang listrik yang rusak.
Darmawan menyatakan seluruh kekuatan dan personel dikerahkan secara penuh agar penyulang tersebut segera dapat beroperasi kembali. Pekerjaan perbaikan tetap bergantung pada kondisi kebencanaan di lokasi terdampak.
Fokus di Nagekeo dan Reo
Pemetaan kerusakan difokuskan pada Kabupaten Nagekeo dan Reo yang mengalami dampak cukup parah. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono menyebut personel, material, dan peralatan telah dimobilisasi secara masif ke dua wilayah itu.
Dukungan dari wilayah lain akan dikerahkan apabila diperlukan untuk mempercepat pemulihan listrik Flores. Langkah tersebut ditujukan agar pelanggan di kawasan terdampak dapat kembali memperoleh aliran listrik.
Perbaikan jaringan dilakukan secara bertahap karena gempa susulan masih terjadi di wilayah tersebut. Kecepatan pemulihan harus berjalan beriringan dengan pengamanan bagi masyarakat dan petugas yang bekerja di lapangan.
“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala,” ujar F. Eko. PLN menempatkan keselamatan masyarakat dan personel sebagai prioritas selama proses pemulihan berlangsung.






