Ketatnya pasokan memori global membuat Apple membuka pilihan baru dengan menguji chip DRAM dari CXMT, produsen memori terbesar asal China. Pengujian mencakup sejumlah perangkat Apple, termasuk iPhone dan MacBook.
Minat Apple muncul saat permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI terus meningkat. Lonjakan kebutuhan itu mengurangi ketersediaan memori di pasar dan turut mendorong harga chip naik.
CXMT menjadi salah satu perusahaan yang berkembang cepat di industri DRAM. Counterpoint mencatat pangsa pasar perusahaan tersebut telah mencapai sekitar 7 persen dari pasar DRAM global berdasarkan pendapatan.
Ekspansi Produksi Membuat CXMT Dilirik
Pertumbuhan bisnis CXMT terlihat dari pendapatannya pada kuartal II 2026 yang melonjak lebih dari delapan kali lipat dibandingkan setahun sebelumnya. Perusahaan itu juga sedang membangun sejumlah fasilitas produksi baru.
Fasilitas tersebut ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi CXMT hingga lebih dari dua kali lipat pada 2028. Peningkatan kapasitas ini membuat CXMT masuk dalam pertimbangan Apple ketika industri memori menghadapi tekanan pasokan.
| Perkembangan CXMT | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertumbuhan pendapatan | Lebih dari 8 kali lipat | Kuartal II 2026 dibandingkan setahun sebelumnya |
| Pangsa DRAM global | Sekitar 7 persen | Berdasarkan pendapatan menurut Counterpoint |
| Target penambahan kapasitas | Lebih dari dua kali lipat | Ditargetkan pada 2028 |
Meski demikian, pengujian produk CXMT tidak langsung berarti perusahaan tersebut akan menjadi pemasok Apple untuk seluruh dunia. The Wall Street Journal melaporkan chip CXMT memang telah diuji pada perangkat Apple, tetapi pembicaraannya belum menjamin masuknya pemasok itu ke rantai pasok global.
Apple disebut turut menjajaki kemungkinan pengadaan chip memori yang dirancang khusus untuk perangkat yang dijual di China. Rencana ini memiliki tantangan berbeda dibandingkan pembelian DRAM standar dari produk yang telah tersedia di pasar.
Chip Khusus Memerlukan Persetujuan AS
Menurut Bloomberg, chip CXMT yang kelak dipakai Apple akan dibatasi untuk perangkat yang dipasarkan di China. Tidak ada keterangan bahwa iPhone atau MacBook yang dijual di Indonesia, Amerika Serikat, maupun negara lain akan memakai chip tersebut.
Aturan federal AS membatasi transfer teknologi tertentu kepada CXMT. Pertukaran spesifikasi dan informasi teknis untuk mendesain komponen khusus dapat masuk dalam ruang lingkup pembatasan tersebut.
| Rencana Apple | Kebutuhan Utama | Status Regulasi |
|---|---|---|
| Membeli DRAM standar | Produk yang telah tersedia | Pada dasarnya masih diperbolehkan |
| Mengembangkan chip khusus | Pertukaran informasi teknis | Memerlukan lampu hijau pemerintah AS |
| Penggunaan chip CXMT | Perangkat untuk pasar China | Tidak disebut berlaku secara global |
Kevin Wolf dari Akin Gump menyatakan Apple masih dapat membeli chip CXMT yang sudah beredar. Hambatan muncul saat Apple meminta pengembangan produk yang membutuhkan penyampaian detail teknologi kepada pemasok China tersebut.
Perbedaan antara membeli memori standar dan memesan desain khusus menjadi inti persoalan bagi Apple. Rancangan yang disesuaikan berpotensi membutuhkan informasi yang dibatasi oleh kebijakan ekspor AS.
Perhatian Pembuat Kebijakan
Sejumlah pembuat kebijakan AS memandang kerja sama Apple dan CXMT sebagai isu yang melampaui kebutuhan pasokan komponen. Mereka khawatir CXMT akan memperoleh keuntungan finansial serta akses pada pengetahuan teknologi Amerika.
Pertumbuhan CXMT juga dipandang berpotensi memperkuat industri militer China dan menekan posisi Micron Technology. Karena itu, kemampuan CXMT memenuhi kebutuhan produksi belum cukup untuk menjamin realisasi chip khusus bagi Apple.
Kelanjutan rencana ini akan ditentukan oleh izin pemerintah AS dan batas teknologi yang dapat dipertukarkan. Selama pembatasan tersebut tetap berlaku, opsi Apple yang paling terbuka adalah membeli chip CXMT yang sudah tersedia di pasar.






