Dari Jayapura ke Panggung Nasional, Nel Membawa Baki Penurunan Bendera RI

Neeltje Deliana Insjowi Werimon, siswi SMA Negeri 8 Jayapura, dipercaya menjalankan tugas pembawa baki pada upacara penurunan Sang Merah Putih dalam peringatan HUT ke-81 RI. Peran tersebut menempatkan pelajar asal Papua ini pada salah satu posisi penting dalam rangkaian upacara tingkat nasional.

Remaja yang akrab disapa Nel itu membawa amanah untuk mewakili keluarga, sekolah, dan Papua. Kepercayaan tersebut diperoleh setelah perjalanan aktifnya di kegiatan Paskibra mengantarkannya menjadi bagian dari Paskibraka Nasional.

Penugasan Pembawa Baki

Tugas pembawa baki dalam peringatan kemerdekaan dibagi antara upacara Detik-Detik Proklamasi dan upacara penurunan bendera. Nel bertugas pada sesi sore, sementara Ismi Ulfaidah dari Sulawesi Barat disiapkan sebagai pembawa baki cadangan.

Rangkaian UpacaraPembawa BakiCadangan
Detik-Detik ProklamasiCeline Olivia Apriani Theo, SMKN 5 PontianakEighteen Jeanette Hekboy, SMAN 1 Kupang
Penurunan BenderaNeeltje Deliana Insjowi Werimon, SMA Negeri 8 JayapuraIsmi Ulfaidah, Sulawesi Barat

Pembawa baki pada upacara pagi adalah Celine Olivia Apriani Theo, perwakilan Kalimantan Barat dari SMKN 5 Pontianak. Cadangannya, Eighteen Jeanette Hekboy, merupakan siswi SMAN 1 Kupang yang mewakili Nusa Tenggara Timur.

Pada sesi penurunan bendera, Nel didampingi Ismi Ulfaidah. Ismi tercatat sebagai siswi Sekolah Rakyat pertama yang lolos menjadi Paskibraka tingkat nasional.

Menjaga Amanah untuk Papua

Nel menyampaikan rasa bangganya saat pembukaan pemusatan Paskibraka. Baginya, kesempatan tersebut memiliki arti yang melampaui pencapaian pribadi karena membawa nama daerah asalnya ke panggung nasional.

“Saya sangat bangga sampai di sini. Ini bukan hanya untuk diri saya, tetapi juga untuk keluarga, sekolah, dan Papua,” kata Nel.

Selama pemusatan, ia harus menjalani masa persiapan jauh dari kedua orang tuanya. Nel menyebut tidak dapat bertemu keluarga menjadi bagian yang paling berat, tetapi ia ingin membalas dukungan mereka dengan memberikan hasil terbaik saat bertugas.

Penugasan sebagai pembawa baki memperlihatkan kepercayaan yang diberikan kepada pelajar dari Papua dalam upacara kenegaraan. Tanggung jawab itu juga menjadi bagian dari perjalanan Nel setelah kembali menekuni kegiatan Paskibra di sekolah.

Aktif Berorganisasi dan Berkegiatan Seni

Nel lahir di Jayapura pada 15 Mei 2010 dan memiliki keturunan Papua, Belanda, Maluku, serta Sunda. Latar belakang tersebut melekat dalam perjalanan seorang pelajar yang kini mendapat tugas pada peringatan kemerdekaan nasional.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura melalui unggahannya mencatat Nel aktif dalam kegiatan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS ketika menempuh pendidikan di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Pengalamannya tidak hanya terbentuk di lingkungan sekolah dan organisasi. Nel juga pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat serta menguasai bahasa Inggris.

Di bidang seni, ia dapat memainkan piano, gitar, dan ukulele. Nel juga aktif bernyanyi dan bermain tenis sebelum memusatkan perhatian pada kegiatan Paskibra setelah kembali ke Papua.

Kegiatan Paskibra menjadi jalur yang mempertemukan minatnya dengan proses seleksi menuju tingkat nasional. Dari Jayapura, Nel kini mengemban tugas membawa baki dalam upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI.

Baca Juga