Kabar Sejuta Penganggur Terdidik Mencuat, Megawati Minta BPJS Tak Diusik

Megawati Soekarnoputri meminta pemerintah tidak mengutak-atik BPJS Kesehatan dan justru menambah anggarannya. Permintaan itu disampaikan di tengah kekhawatirannya terhadap kabar adanya hingga satu juta lulusan berpendidikan tinggi yang belum memperoleh pekerjaan.

Menurut Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut, layanan kesehatan dan pekerjaan layak sama-sama menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Negara dinilai tidak boleh mengabaikan perlindungan sosial bagi kelompok yang paling rentan secara ekonomi.

Perhatian pada pengangguran lulusan pendidikan tinggi

Megawati menyoroti pemberitaan mengenai banyaknya orang berpendidikan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan. Ia menyebut angka yang beredar disebut mencapai satu juta orang, tetapi menegaskan kondisi sebenarnya masih perlu dipastikan.

“Bingung saya, karena saya baru saja berapa hari ini diganggu oleh koran karena katanya banyak orang-orang pintar itu tidak punya pekerjaan dan jumlahnya saya bingung kenapa katanya sampai sejuta,” kata Megawati. Ia menyatakan telah meminta persoalan tersebut diurus dan ditelusuri agar penyebabnya dapat diketahui.

Isu pengangguran terdidik itu dikaitkan Megawati dengan arah pembangunan bangsa. Menurutnya, penyediaan lapangan kerja harus didukung oleh sistem politik dan negara hukum yang berkeadilan.

Ia memandang negara maju di Eropa dan Asia memberi perhatian besar pada pendidikan serta kesehatan rakyat. Dua bidang itu dinilai menjadi prasyarat bagi masyarakat untuk menguasai sains dan teknologi.

BPJS Kesehatan Diminta Tetap Dipertahankan

Dalam amanat upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026), Megawati juga menyinggung keberadaan BPJS Kesehatan. Ia meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan tidak mengganggu program jaminan kesehatan tersebut.

Megawati menilai anggaran BPJS Kesehatan perlu ditambah agar perlindungan pengobatan dapat menjangkau lebih banyak warga. Penekanan itu terutama ditujukan kepada masyarakat yang kesulitan menyediakan biaya saat sakit.

Seperti dilansir Investor Daily, Megawati mengatakan, “Lah bayangkan sekarang, saya bikin, saya lho yang bikin BPJS. Tapi sekarang mulai diutak-atik sepertinya apa? Kenapa?” Ia menegaskan program itu ditujukan bagi rakyat banyak, termasuk warga dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Ia kembali meminta agar jaminan kesehatan tetap dijalankan dan didukung pendanaan yang memadai. “Tolonglah BPJS itu tetap ada dan ditambahlah uangnya bagi rakyat banyak,” ujar Megawati.

Pengalaman Warga yang Kesulitan Berobat

Perhatian Megawati terhadap jaminan kesehatan berangkat dari pengalamannya melihat warga kesulitan membayar pengobatan. Ia pernah menyaksikan seorang ibu menangis di rumah sakit karena belum sanggup membiayai perawatan anaknya sebelum suaminya memperoleh uang.

Ia juga menuturkan kesedihannya saat melihat rakyat harus menjual barang untuk memenuhi kebutuhan medis. “Saya enggak cari nama, itu memang saya yang buat karena hati nurani saya sedih melihat rakyat menjual ini menjual itu,” tuturnya.

Bagi Megawati Soekarnoputri, kesehatan dan pendidikan merupakan layanan dasar yang wajib dipenuhi negara. Perlindungan pada kedua sektor itu dipandang penting agar masyarakat memiliki peluang membangun kehidupan yang lebih baik.

Pada usia Republik ke-81, Megawati menilai cita-cita yang diimpikan Bung Karno seharusnya dapat dijalankan. Ia menegaskan bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan sendiri akan mampu berdiri kuat.

Baca Juga