19 Orang Tewas dalam Serangan Rusia-Ukraina, Pabrik Baja Kryvyi Rih Hentikan Operasi

Gelombang serangan udara Rusia dan Ukraina kembali menewaskan sedikitnya 19 orang pada Minggu (16/8/2026). Serangan drone dan rudal menghantam kawasan permukiman, kota-kota besar, serta fasilitas industri penting di kedua negara.

Dampak paling serius di Ukraina terjadi di Kryvyi Rih, ketika fasilitas produksi utama pabrik baja ArcelorMittal mengalami kerusakan. Produsen baja terbesar di Ukraina itu kemudian menghentikan sebagian kegiatan operasionalnya.

Serangan ke kompleks pabrik tersebut menewaskan dua orang dan melukai 14 lainnya. Pada Minggu malam, serangan susulan di Kryvyi Rih kembali menewaskan satu warga.

Korban Tersebar di Sejumlah Wilayah

Korban jiwa tidak hanya tercatat di Kryvyi Rih, melainkan juga di sejumlah wilayah Rusia dan Ukraina. Di Rostov, Rusia selatan, lima penduduk tewas setelah drone Ukraina menghantam kawasan permukiman.

Gubernur Regional Rostov Yuri Slusar mengonfirmasi adanya lima korban tewas tersebut. Laporan korban lain juga datang dari Belgorod, Kursk, Moskow, serta wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.

WilayahDampak yang DilaporkanKeterangan
Rostov, Rusia5 orang tewasDrone menghantam kawasan permukiman
Kryvyi Rih, Ukraina3 orang tewas, 14 terlukaPabrik baja dan wilayah kota terdampak
Zaporizhzhia, Ukraina2 orang tewasKorban akibat rangkaian serangan
Sumy dan Donetsk, UkrainaMasing-masing 1 orang tewasSerangan meluas ke beberapa wilayah

Di Ukraina, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan di Zaporizhzhia. Sumy dan Donetsk juga masing-masing mencatat satu korban jiwa dalam gelombang serangan yang sama.

Skala serangan menunjukkan bahwa Konflik Rusia Ukraina masih menimbulkan risiko langsung bagi warga sipil dan infrastruktur vital. Kawasan permukiman hingga fasilitas ekonomi tetap menjadi lokasi yang terdampak dalam waktu berdekatan.

Rusia Laporkan 822 Drone Ditembak Jatuh

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pertahanan udaranya menembak jatuh 822 drone di berbagai wilayah Rusia sepanjang Minggu malam. Jumlah tersebut menggambarkan intensitas Serangan Drone yang berlangsung dalam periode singkat.

Gubernur Moskow Andrey Vorobyov menyebut gelombang itu sebagai salah satu serangan drone terbesar dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan tersebut dikutip AFP pada Senin (17/8/2026).

Serangan di Rusia berlangsung bersamaan dengan tekanan udara yang terus dialami kota-kota Ukraina. Situasi tersebut memperlihatkan serangan lintas wilayah tetap meluas meski dampaknya berbeda-beda di setiap daerah.

Pasar Buku Kyiv Terbakar

Di Kyiv, amunisi Rusia menghantam pasar buku terbuka Pochaina dan menyebabkan sejumlah kios pedagang terbakar. Salah satu penjual buku, Dmytro Semenukha, mengatakan empat kios miliknya hangus dalam insiden itu.

“Dulu ada toko. Dan buku-buku, dan bendera dari semua negara, semua negara. Banyak sekali. Dan hanya itu,” kata Semenukha, 45 tahun, kepada AFP. Kerusakan di pasar tersebut menambah daftar fasilitas publik yang terdampak serangan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Rusia sengaja menyasar fasilitas publik di wilayah yang berada dalam jangkauan rudal balistik. Ia kembali meminta negara-negara sekutu memperkuat bantuan sistem pertahanan udara bagi Ukraina.

Melalui pernyataan di media sosial, Zelensky mengatakan kota-kota Ukraina telah dihantam lebih dari 1.550 drone serang, hampir 1.560 bom udara berpemandu, serta 62 rudal dalam sepekan terakhir. Data itu menunjukkan tekanan serangan udara masih tinggi ketika korban dan kerusakan terus dilaporkan dari berbagai kota.

Baca Juga