Kalori Ube Lebih Tinggi daripada Ubi Ungu, Warna Sama tetapi Asalnya Berbeda

Ube menyumbang sekitar 120–140 kkal per 100 gram, lebih tinggi dibandingkan ubi ungu yang berada di kisaran 85–87 kkal. Selisih ini penting diperhatikan saat kedua umbi ungu tersebut dipilih sebagai sumber karbohidrat dalam menu harian.

Perbedaan energi tidak berhenti pada angka kalori. Dalam porsi yang sama, ube juga memiliki kandungan karbohidrat dan serat sedikit lebih tinggi daripada ubi ungu.

Perbandingan Kandungan per 100 Gram

Ube dan ubi ungu sama-sama menyediakan karbohidrat, serat, serta antioksidan alami yang berkaitan dengan warna ungunya. Namun, komposisi gizinya tidak sepenuhnya identik.

KomponenUbe atau Purple YamUbi Ungu atau Purple Sweet Potato
KaloriSekitar 120–140 kkalSekitar 85–87 kkal
Karbohidrat27 gramSekitar 20 gram
Serat4,0 gram3,0–3,3 gram

Data tersebut memperlihatkan bahwa ube memberikan energi lebih besar dalam porsi setara. Ubi ungu memiliki kalori lebih rendah, meski kandungan serat keduanya tidak terpaut terlalu jauh.

Warna ungu pekat kerap membuat ube dan ubi ungu dianggap sebagai bahan pangan yang sama. Padahal, kemiripan penampilan itu tidak menunjukkan bahwa keduanya berasal dari tanaman sejenis.

Berasal dari Kelompok Umbi yang Berbeda

Ube dikenal luas dalam kuliner Filipina dan termasuk kelompok yam atau purple yam. Sementara ubi ungu yang umum dijumpai di Indonesia masuk kelompok sweet potato.

Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan perbedaan tersebut dalam wawancara yang dikutip health.detik.com. “Ube sama ubi ungu itu beda walau sama-sama umbi sumber karbohidrat,” ujar dr Yaze.

Dengan demikian, penyebutan ube tidak dapat disamakan begitu saja dengan ubi ungu. Keduanya memang sama-sama umbi, tetapi memiliki asal tanaman dan kandungan energi per porsi yang berbeda.

Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan ketika seseorang membandingkan pilihan sumber karbohidrat. Namun, angka kalori saja tidak cukup untuk menilai hasil akhir dari makanan yang akan dikonsumsi.

Cara Pengolahan Turut Menentukan

Respons gula darah atau indeks glikemik pada sajian ube dan ubi ungu juga dipengaruhi oleh cara pengolahannya. Jenis bahan tambahan yang digunakan selama atau setelah memasak ikut berperan.

Dr Yaze menilai anggapan bahwa salah satu umbi selalu lebih baik tidak bisa ditentukan hanya dari nama bahannya. Nilai indeks glikemik tidak berdiri sendiri karena proses memasak dan komposisi sajian dapat memengaruhinya.

Pengolahan dengan cara direbus atau dikukus dapat menjadi pilihan dibandingkan penggunaan banyak minyak atau gula. Meski demikian, cara memasak lain tidak serta-merta membuat ube maupun ubi ungu menjadi bahan pangan yang tidak sehat.

“Yang penting juga apa yang ditambahkan setelah atau selama proses masak,” kata dr Yaze. Tambahan gula dan minyak perlu diperhatikan karena dapat mengubah karakter sajian akhir dari kedua umbi tersebut.

Baik ube maupun ubi ungu tetap dapat menjadi bagian dari pilihan pangan sumber karbohidrat dengan serat alami. Pembeda yang perlu dikenali adalah asal tanaman, jumlah kalori per 100 gram, serta cara keduanya disajikan.

Baca Juga