Beban Transaksi Berulang ke Priok Dibidik, Integrasi Tiga Tol Disiapkan

Perjalanan kendaraan logistik menuju Pelabuhan Tanjung Priok masih dibebani transaksi pada beberapa ruas tol yang dilalui secara terpisah. Pemerintah kini menyiapkan pedoman integrasi untuk memangkas proses berulang tersebut sekaligus menekan tambahan waktu dan biaya dalam distribusi barang.

Rencana itu mencakup Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Jakarta-Cikampek atau Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed, serta Jalan Tol Akses Tanjung Priok. Ketiga ruas diproyeksikan membentuk konektivitas yang lebih lancar bagi arus barang dari dan menuju kawasan pelabuhan.

Pelindo mendukung kebijakan ini karena integrasi dinilai dapat memperbaiki efisiensi rantai logistik nasional. Perusahaan pelabuhan tersebut juga melihat langkah ini sebagai bagian dari penguatan hubungan antarinfrastruktur yang strategis bagi perekonomian.

Transaksi terpisah menjadi persoalan

Dalam sistem perjalanan lintas ruas saat ini, kendaraan angkutan barang harus menghadapi transaksi berulang atau double handling. Kondisi tersebut dipandang menambah beban operasional bagi pergerakan logistik yang bergantung pada akses cepat menuju pelabuhan.

Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menilai pedoman baru diperlukan untuk mengurangi inefisiensi dari perjalanan yang masih diproses per ruas. Dalam keterangannya yang dikutip VIVA, ia menyebut penyempurnaan konektivitas tol berpotensi memperkuat distribusi barang di dalam negeri.

“Pelindo menyambut optimis upaya pemerintah dalam merumuskan pedoman integrasi jalan tol ini sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi rantai logistik nasional,” kata Farid. Ia berharap penerapan kebijakan tersebut dapat dilakukan secara optimal sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.

JTCC disiapkan sebagai jalur penghubung

Jalan Tol Cibitung-Cilincing atau JTCC memiliki posisi penting karena menghubungkan kawasan pendukung di timur Jakarta dengan area Tanjung Priok. Ruas ini dikelola PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways atau PT CTP Tollways, yang merupakan bagian dari Pelindo Group.

Direktur Utama PT CTP Tollways Derry Febrian Putra menyatakan JTCC sejak awal dipersiapkan untuk memperlancar akses dari kawasan penyangga di timur Jakarta menuju Tanjung Priok dan sebaliknya. Integrasi dengan ruas lain dinilai akan memperkuat peran jalan tol tersebut dalam menopang distribusi barang di Jakarta dan wilayah pendukungnya.

“Adanya integrasi JTCC dengan ruas tol lain kami yakini akan semakin meningkatkan peran fungsi JTCC dalam mendukung efisiensi logistik Jakarta dan daerah pendukungnya dan lebih jauh lagi mendukung efisiensi logistik nasional,” ujar Derry. PT CTP Tollways menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan seluruh pihak dalam merealisasikan rencana itu.

Pedoman masih dalam pembahasan

Dukungan Pelindo disampaikan dalam Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Pedoman Integrasi Jalan Tol pada Jumat, 14 Agustus 2026. Forum tersebut digelar Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU.

Konsultasi melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Danantara Asset Management, serta badan usaha jalan tol. Organisasi transportasi dan konsumen juga turut hadir untuk menyampaikan pandangan mengenai pelaksanaan integrasi.

Para pihak yang mengikuti forum tersebut mendukung agar implementasi integrasi dapat segera menghasilkan manfaat bagi pengguna jalan tol dan dunia usaha. Namun, efektivitas kebijakan tetap bergantung pada kerja sama pemerintah, operator tol, pelaku usaha, dan pengelola pelabuhan.

Sinergi aset dan iklim investasi

Rencana integrasi jalan tol ini sejalan dengan arahan penguatan portofolio aset strategis BUMN di bawah pengelolaan Danantara Asset Management. Sinergi antarinfrastruktur dipandang dapat membangun sistem nasional yang lebih efisien sekaligus memberi nilai tambah.

Pelindo menegaskan akan mengikuti kebijakan pemerintah dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem logistik. Perusahaan juga menilai iklim investasi jalan tol perlu dijaga agar pengembangan infrastruktur dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Bagi arus barang menuju Pelabuhan Tanjung Priok, penyatuan layanan antar-ruas menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki konektivitas. Kebijakan tersebut diharapkan membantu meningkatkan daya saing logistik nasional tanpa mengabaikan keberlanjutan pengelolaan infrastruktur jalan tol.

Baca Juga