Gempa Flores berkekuatan M 7,7 telah mengganggu layanan pendidikan di 253 satuan pendidikan pada tujuh kabupaten di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Ruang kelas yang mengalami kerusakan dihentikan sementara penggunaannya untuk menghindari risiko bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan 50 tenda ruang kelas darurat agar kegiatan belajar dapat tetap berjalan di lokasi aman. Bantuan itu dibagi dalam dua klaster dengan sasaran wilayah yang memiliki dampak kerusakan luas.
Gempa yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, juga menimbulkan korban di lingkungan pendidikan. Dua murid dan seorang guru tercatat menjadi korban akibat bencana tersebut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan keselamatan warga sekolah menjadi perhatian utama dalam masa tanggap pascagempa. “Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Distribusi Tenda Menuju Dua Wilayah Pelabuhan
Klaster pertama membawa 30 tenda dari Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo. Bantuan ini diprioritaskan bagi sekolah terdampak di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Pengiriman klaster pertama dijadwalkan berangkat dari Surabaya menggunakan KM Dharma Rucitra 7 pada 20 Agustus 2026 dan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026. Pemasangan tenda ditargetkan dimulai pada 23 Agustus 2026 setelah logistik diterima di posko.
Selain tenda, klaster pertama mengangkut 1.000 paket family kit, 200 paket school kit umum, serta 2.000 paket school kit untuk jenjang SMA dan SMK. BGTK NTT akan menerima dan mengelola bantuan di Posko Kemendikdasmen di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.
Klaster kedua mengirim 20 tenda sekolah darurat dari BBPPMPV BOE Malang menuju Pelabuhan Ende. Bantuan tersebut ditujukan bagi sekolah di Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.
Logistik klaster kedua akan diberangkatkan dari Surabaya dengan KM Dharma Rucitra 8 pada 21 Agustus 2026. BPMP NTT dijadwalkan menerima bantuan itu di Posko Klaster 2 yang berada di SKB Ende sebelum pendistribusian ke daerah sasaran.
Kerusakan Menjangkau Berbagai Jenjang Pendidikan
Data awal Kemendikdasmen menunjukkan dampak gempa menjangkau pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah dan layanan pendidikan khusus. Satuan pendidikan terdampak tersebar di Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, serta Sikka.
| Kelompok Satuan Pendidikan | Jumlah Terdampak | Kewenangan |
|---|---|---|
| PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB | 199 | Kabupaten |
| SMA, SMK, dan SLB | 54 | Provinsi |
| Total | 253 | — |
Kelompok sekolah di bawah kewenangan kabupaten mencakup 199 satuan pendidikan, sedangkan 54 lainnya merupakan SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Pendataan serta penanganan kerusakan masih dilakukan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan.
Catatan awal menunjukkan Manggarai mengalami kerusakan paling berat dengan 104 sekolah terdampak. Manggarai Timur tercatat 52 sekolah dan Nagekeo 44 sekolah, sementara kerusakan juga dilaporkan di Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat.
Di Manggarai Timur, ruang kelas baru dari Program Revitalisasi 2026 di SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang kembali mengalami kerusakan. Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan asesmen lapangan sebelum pembelajaran dilaksanakan kembali di bangunan sekolah.
Pembelajaran Dialihkan ke Lokasi Aman
Kemendikdasmen mengarahkan sekolah agar tidak menggunakan ruang kelas rusak selama keselamatannya belum dipastikan. Pembelajaran dapat dialihkan ke ruang aman, tenda belajar, atau dihentikan sementara sesuai kondisi di masing-masing daerah.
Tim Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, di bawah koordinasi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana, mengawal pengiriman, distribusi, hingga pemasangan tenda. Identifikasi sekolah rusak juga dipercepat menggunakan data awal Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga 18 Agustus 2026.
Dukungan psikososial disiapkan melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia setelah tim pendahuluan mengonfirmasi kondisi lapangan. Kemendikdasmen juga menyiapkan konektivitas Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.
Tim lintas direktorat terus melakukan asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan layanan pendidikan. Verifikasi lapangan serta penanganan melalui perjanjian kerja sama ditargetkan berlangsung pada pekan berikutnya.






