Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengerahkan 16 personel lintas instansi dan 6.587 paket kebutuhan papan untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Pengiriman tahap pertama ini juga membawa empat ton beras serta berbagai kebutuhan pangan, kesehatan, dan perlengkapan keluarga.
Skala bantuan tersebut menunjukkan respons yang tidak hanya bertumpu pada penyaluran bahan makanan. Tim gabungan turut disiapkan untuk mendukung pencarian dan pertolongan, pengelolaan logistik, serta layanan kesehatan dalam masa tanggap darurat.
Komposisi bantuan tahap pertama
Bantuan yang dikirim mencakup kebutuhan untuk bertahan di pengungsian dan mendukung hunian sementara. Perlengkapan seperti terpal, tenda gulung, tenda keluarga, serta dapur lapangan menjadi bagian dari muatan bantuan.
Kebutuhan keluarga juga mendapat perhatian melalui pengiriman matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, serta popok bayi dan dewasa. Pemprov Jawa Tengah turut memasukkan lampu darurat dan perlengkapan kebersihan, termasuk sabun, sampo, serta perlengkapan mandi.
| Komponen | Jumlah atau Rincian | Fungsi |
|---|---|---|
| Personel | 16 orang | Pencarian dan pertolongan, logistik, kesehatan |
| Kebutuhan papan | 6.587 paket | Perlengkapan hunian dan pendukung |
| Beras | 4 ton | Bantuan pangan |
Selain beras, bantuan pangan berisi makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan. Kelengkapan ini disiapkan agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat ditangani secara lebih menyeluruh pada tahap awal penanganan.
Tim lintas instansi untuk tiga fungsi
Personel yang diberangkatkan berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PMI Jawa Tengah. Keterlibatan sejumlah instansi itu diarahkan untuk membagi tugas sesuai kebutuhan di lapangan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan tim menjalankan tiga fungsi utama. Fungsi tersebut meliputi pencarian dan pertolongan atau SAR, logistik untuk mengelola bantuan, serta kesehatan bagi warga terdampak.
Pengiriman bantuan ditinjau Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang pada Senin, 17 Agustus. Ia menyebut langkah itu sebagai tahap awal dukungan Jawa Tengah bagi masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Ahmad Luthfi meminta tim segera membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT setelah tiba di lokasi. Koordinasi diperlukan agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran,” kata Ahmad Luthfi. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar menjaga keselamatan selama perjalanan melalui jalur darat dan laut.
Distribusi akan dipantau setiap hari
Menurut Ahmad Luthfi, para relawan membawa amanah kemanusiaan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan keikhlasan. Personel diminta memberikan pelayanan terbaik sekaligus menjaga nama baik Jawa Tengah selama menjalankan tugas.
Pemprov Jawa Tengah menyiapkan kemungkinan pengiriman bantuan lanjutan setelah tahap pertama diberangkatkan. Ahmad Luthfi telah meminta sekretaris daerah dan wakil gubernur berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk mempersiapkan dukungan berikutnya.
Langkah lanjutan itu dimaksudkan agar respons kemanusiaan dapat mengikuti perkembangan kebutuhan di daerah terdampak. Distribusi tahap pertama akan dipantau melalui pembaruan kegiatan harian guna menjaga penyaluran bantuan tetap tepat sasaran.






