Bunyi gredek saat motor matik mulai berjalan patut segera diperiksa karena dapat menandakan penyaluran tenaga pada CVT tidak bekerja optimal. Jika dibiarkan, gangguan pada komponen yang saling bergesekan berpotensi mempercepat keausan bagian lain di area transmisi.
Gejala ini umumnya muncul saat tarikan awal, ketika kampas ganda seharusnya mencengkeram mangkok kopling untuk meneruskan tenaga mesin ke roda belakang. Cengkeraman yang tidak sempurna dapat memicu getaran, suara berdecit, hingga sensasi tersendat ketika motor berakselerasi.
Perawatan CVT Perlu Dilakukan Berkala
Area CVT perlu dibongkar dan dibersihkan dari debu serta kotoran secara berkala agar kerja transmisi tetap lancar. Interval pembersihan dapat dilakukan ketika motor telah menempuh sekitar 2.000 hingga 5.000 kilometer, menyesuaikan kondisi jalan dan intensitas pemakaian.
Komponen yang sudah aus, getas, atau rusak sebaiknya tidak dipertahankan karena dapat mengganggu efisiensi penyaluran tenaga. Otomotif Kompas melaporkan penggantian kampas ganda, mangkok kopling, atau V-belt yang tidak lagi layak menjadi langkah penting untuk menjaga kerja CVT.
Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa kondisi permukaan komponen sangat menentukan kualitas gesekan di dalam CVT. “Ketika permukaan kampas atau mangkok sudah kotor, licin, atau mengalami keausan, proses gesekannya menjadi tidak sempurna sehingga muncul getaran yang dirasakan pengendara sebagai bunyi gredek,” kata Wahyu Budhi.
Komponen yang Perlu Diperiksa
| Penyebab | Kondisi Komponen | Dampak |
|---|---|---|
| Debu menumpuk | Mangkok kopling dan kampas ganda kotor | Daya cengkeram berkurang |
| Mangkok kopling licin | Permukaan mengilap akibat panas berlebih | Gesekan tidak optimal |
| Kampas ganda aus | Permukaan menipis atau rusak karena panas | Cengkeraman melemah |
| V-belt kering atau getas | V-belt aus, licin, kering, atau getas | Penyaluran tenaga kurang efisien |
4 Penyebab Bunyi Gredek pada Motor Matik
1. Debu Menumpuk di Area CVT
Sisa gesekan antarkomponen dapat menghasilkan debu yang kemudian menempel pada mangkok kopling dan kampas ganda. Kotoran ini membuat permukaan komponen tidak memperoleh daya cengkeram semestinya saat motor mulai bergerak.
Penumpukan debu menjadi salah satu pemicu utama bunyi gredek motor matik pada tarikan awal. Permukaan yang kotor mengganggu proses gesekan dan menghasilkan getaran yang terasa sampai ke pengendara.
2. Mangkok Kopling Mengalami Glazing
Mangkok kopling dapat berubah licin dan mengilap akibat panas berlebih, kondisi yang dikenal sebagai glazing. Ketika permukaannya tidak lagi ideal, kampas ganda sulit menghasilkan gesekan yang stabil.
Gangguan ini biasanya terasa jelas ketika motor berangkat dari posisi diam. Tenaga mesin yang seharusnya tersalur halus dapat diiringi getaran dan bunyi berdecit pada awal akselerasi.
3. Kampas Ganda Sudah Aus
Kampas ganda terus menerima gesekan setiap kali motor mulai berjalan sehingga permukaannya dapat menipis seiring pemakaian. Paparan panas juga dapat merusak bagian tersebut dan menurunkan kemampuannya mencengkeram mangkok kopling.
Cengkeraman yang melemah membuat proses penerusan tenaga mesin tidak berlangsung sempurna. Kondisi ini dapat memunculkan bunyi gredek bersamaan dengan getaran saat gas awal dibuka.
4. V-belt Mulai Kering atau Getas
V-belt motor matik yang aus, licin, kering, atau getas juga dapat menimbulkan suara berdecit. Komponen ini berperan penting dalam sistem CVT karena turut menentukan kelancaran penyaluran tenaga mesin.
Kerusakan pada V-belt tidak hanya berkaitan dengan munculnya bunyi, tetapi juga dapat membuat transmisi bekerja kurang optimal. Pemeriksaan sejak gejala awal diperlukan agar gangguan tidak berkembang ke komponen CVT lainnya.






