Mourinho Puas dengan Pramusim Tak Terkalahkan Madrid, Namun Soroti Ritme Skuad

Real Madrid menutup laga uji coba terakhir dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Schalke 04 di Gelsenkirchen, Jerman, pada Minggu (16/8/2026). Namun, Jose Mourinho menegaskan hasil positif tersebut belum berarti skuadnya telah mencapai kesiapan ideal menjelang kompetisi resmi.

Tiga gol Madrid dalam pertandingan itu dicetak oleh Kylian Mbappé, Dean Huijsen, dan Carlos Espi. Kemenangan tersebut menjadi modal penting sebelum Madrid menghadapi Espanyol pada laga pembuka Liga Spanyol, 23 Agustus 2026.

Mourinho menilai antusiasme pemain menjadi unsur paling mendasar dalam persiapan tim. Ia memandang semangat itu harus tetap terjaga ketika masa uji coba berganti menjadi pertandingan kompetitif.

“Kami semua sangat antusias, begitu pula para pemain, dan itulah hal yang paling penting: jika mereka tidak antusias, maka kita punya masalah,” ujar Mourinho. Pernyataan itu menunjukkan bahwa pelatih asal Portugal tersebut memberi perhatian besar pada kesiapan mental tim.

Pemain Baru Mulai Mendapat Kesempatan

Laga melawan Schalke juga menjadi kesempatan pertama bagi Ibrahima Konate, Yan Diomande, dan Marc Cucurella untuk bermain bersama Madrid. Menit bermain itu menjadi bagian dari upaya mempercepat adaptasi para pendatang baru sebelum musim dimulai.

Mourinho menyambut baik respons yang diperlihatkan pemain baru dalam program persiapan. Mereka harus beradaptasi dengan sesi latihan ganda yang berlangsung dalam cuaca panas.

“Saya sangat senang dengan para pemain baru, karena situasi ini tidak mudah bagi mereka,” kata Mourinho. Apresiasi itu diberikan karena proses penyesuaian tidak hanya menyangkut permainan, tetapi juga tuntutan fisik selama pramusim.

Meski demikian, Mourinho melihat perbedaan kondisi di dalam skuad yang masih perlu diselesaikan. Sejumlah pemain datang lebih lambat sehingga belum memiliki intensitas yang setara dengan mereka yang lebih dahulu mengikuti latihan.

Kepada RMTV, sebagaimana dilansir Marca, Mourinho menyebut perkembangan tim berjalan ke arah yang positif. Namun, ia tetap menilai penyatuan ide permainan membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten.

“Beberapa pemain datang lebih lambat dan belum memiliki intensitas yang sama dengan mereka yang sudah lebih lama di sini; ada perbedaan kecepatan, tetapi ide-ide secara bertahap menyatu,” tutur Mourinho. Penilaian tersebut menempatkan keselarasan antarpemain sebagai pekerjaan utama Madrid dalam waktu yang tersisa.

Catatan Pramusim Memberi Modal Positif

Hasil melawan Schalke melengkapi catatan pramusim tanpa kekalahan bagi Real Madrid. Tim tersebut membukukan lima kemenangan dari enam pertandingan, sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang melawan Fiorentina.

LawanHasilCatatan
Schalke 04Menang 3-0Digelar di Gelsenkirchen, Jerman
FiorentinaImbangSatu-satunya laga tanpa kemenangan

Rangkaian hasil itu memperlihatkan kemampuan Madrid menjaga momentum selama masa persiapan. Akan tetapi, Mourinho tidak menjadikan rekor tersebut sebagai alasan untuk mengabaikan kekurangan dalam permainan kolektif.

Pelatih itu masih menaruh perhatian pada keselarasan lini tengah dan pembentukan identitas permainan yang lebih jelas. Kualitas individu para pemain dinilai belum cukup apabila ritme tim belum terbentuk secara merata.

Mourinho juga sempat mengalami memar di sekitar mata kanan setelah terkena bola saat latihan. Ia memastikan insiden itu tidak serius dan tidak mengganggunya untuk memimpin tim dari pinggir lapangan.

“Sebuah bola mengenai wajah saya saat latihan. Jika saya tidak sedang memakai kacamata, itu mungkin tidak akan terjadi sama sekali,” ujar Mourinho. Fokus Madrid kini tertuju pada upaya menerjemahkan hasil pramusim ke permainan yang lebih padu saat bertemu Espanyol.

Baca Juga