Rupiah kembali kehilangan tenaga pada pembukaan perdagangan spot Selasa, 18 Agustus 2026. Mata uang Indonesia dibuka melemah 52 poin atau 0,29% ke level Rp 17.850 per dolar AS.
Pelemahan ini menghapus penguatan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Sehari sebelumnya, rupiah sempat naik 29 poin dan berada di posisi Rp 17.798 per dolar AS.
Perubahan arah dalam dua hari perdagangan menunjukkan pergerakan rupiah masih sensitif terhadap dinamika pasar valuta asing. Kenaikan nilai dolar AS terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan kembali menjadi perhatian setelah penguatan sebelumnya tidak berlanjut.
Data pembukaan yang dilansir Investor Daily mencatat Rp 17.850 sebagai posisi awal rupiah pada perdagangan tersebut. Level itu menandai kenaikan dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Perubahan Arah dalam Dua Sesi
Dalam rentang dua sesi perdagangan, rupiah bergerak dari penguatan ke pelemahan dengan selisih perubahan yang cukup terlihat. Posisi Rp 17.798 per dolar AS pada sesi sebelumnya kemudian bergeser menjadi Rp 17.850 per dolar AS pada pembukaan Selasa.
| Periode | Pergerakan Rupiah | Level |
|---|---|---|
| Sehari sebelumnya | Menguat 29 poin | Rp 17.798 per dolar AS |
| 18 Agustus 2026 | Melemah 52 poin atau 0,29% | Rp 17.850 per dolar AS |
Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar global juga memantau arah dolar AS. Mata uang Amerika Serikat itu sempat berada di bawah tekanan terhadap beberapa mata uang utama pada perdagangan Senin.
Euro sempat menyentuh posisi tertingginya dalam dua bulan terhadap dolar AS. Pada pencatatan terakhir, euro menguat 0,08% ke kisaran US$1,1578 per dolar AS.
Franc Swiss juga naik 0,34% menjadi 0,81085 per dolar AS. Dolar Australia turut menguat 0,34% dan diperdagangkan di level US$0,7105.
Indeks Dolar AS Bertahan di 99,60
Meski sempat melemah terhadap sejumlah mata uang, indeks dolar AS kemudian pulih. Indeks tersebut tercatat stabil di level 99,60 setelah sebelumnya menyentuh titik terendah sejak awal Juni.
Stabilnya indeks dolar AS di level tersebut menjadi konteks penting bagi pergerakan pasar mata uang pada awal pekan. Tekanan terhadap dolar AS belum sepenuhnya hilang, tetapi pemulihan indeks menunjukkan pasar masih mencari arah baru.
| Instrumen | Pergerakan | Level Tercatat |
|---|---|---|
| Indeks Dolar AS | Stabil setelah pulih | 99,60 |
| Euro | Menguat 0,08% | US$1,1578 per dolar AS |
| Franc Swiss | Menguat 0,34% | 0,81085 per dolar AS |
| Dolar Australia | Menguat 0,34% | US$0,7105 |
Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Pelaku pasar mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve setelah data ekonomi Amerika Serikat dirilis lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut sempat mendorong tekanan terhadap dolar AS pada awal perdagangan global.
Kepala strategi valuta asing Societe Generale, Kit Juckes, menilai pelepasan dolar AS berkaitan dengan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Ia juga menyoroti respons suku bunga Federal Reserve menyusul data ekonomi yang kurang memuaskan.
Dinamika itu memperlihatkan bahwa pergerakan dolar AS tidak berlangsung seragam terhadap seluruh mata uang. Dolar AS dapat melemah terhadap euro, franc Swiss, dan dolar Australia, sementara rupiah justru memulai perdagangan dengan pelemahan.
Pada akhirnya, rupiah membuka perdagangan 18 Agustus 2026 di Rp 17.850 per dolar AS setelah penguatan sehari sebelumnya tidak berlanjut. Perhatian pasar tetap tertuju pada pergerakan indeks dolar AS serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.






